Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.
Penyebar paku adalah sosok yang paling dibenci motobikers! Karena ulah tangan-tangan jahil, membuat pengendara motor dan mobil menjadi sengsara. Belum lagi bayangan ‘ditembak’ harga ban dalam oleh penambal ban pinggir jalan. Karena sepakterjang penyebar paku semakin meresahkan, Polda Metro Jaya sampai merilis titik-titik rawan paku di lima wilayah di Jakarta. Untuk mencegah semakin banyaknya korban ranjau paku, polisi beberapakali melakukan pembersihan disepanjang jalur yang dianggap ‘penyumbang’ paku terbanyak. Namun, penyebar paku semakin nekat dan sampai saat ini semakin banyak pengendara motor yang menjadi korban.
Merujuk pada fakta tersebut, beberapa motobikers yang pernah menjadi korban sepakat untuk menyalahkan tukang tambal ban pinggir jalan. Pasalnya, setiap melindas paku hanya berjarak sekitar lima meter disana penambal ban sudah menunggu. Seolah menunggu mangsa yang masuk perangkap. Bahkan yang membuat geram, tidak sedikit penambal paku yang ‘menembak’ harga. Ban dalam yang umumnya dijual ditoko seharga 15 ribu rupiah, bisa melonjak tiga kali lipat saat bradercis masuk ‘perangkap’ mereka. Harga ban dalam yang jauh dibanding beli ditoko, mau tidak mau harus dibeli karena butuh.
Alasan itu yang menjadi penyebab tukang tambal ban adalah ‘musuh’ bersama. Namun sebenarnya tidak semua penambal ban adalah oknum penyebar paku. Malah sebaliknya, ada beberapa yang tidak melakukan hal itu ikut terseret dan harus menerima dicap sebagai penyebar paku. Dahlah, salah satu diantara segelintir penyedia jasa tambal ban yang mencari nafkah secara halal. Lelaki kelahiran tahun 1978 itu merasa ikut terkena getah dari oknum penyebar paku. Namun demikian dirinya tidak ambil pusing karena mencari uang dengan semestinya, tidak tipu-tipu dan membuat orang lain mengalami kerugian.
“Saya sesalkan dengan ulah penyebar paku yang seenaknya mencari uang dengan cara yang salah. Itu memang hak mereka, namun kita harus menghormati dan ikut memberikan rasa aman untuk pengendara motor dan mobil. Karena kerjaan oknum penyebar paku, semua penambal ban dipandang sebagai pelakunya,” tegasnya, ditemui www.motodream.net di kiosnya, dikawasan Cengkareng, Jakbar. Kini, karena ulah penyebar paku, omzet penambal ban ikutan menurun. Pasalnya, untuk menghindari ranjau paku pengendara motor dan mobil beralih mengganti ban tubbles atau memasukan cairan anti paku. Dahlan juga ikut merasakan penurunan pendapatan setiap hari.
Jauh sebelum adanya penyebar paku, bapak satu anak itu bisa menambal delapan ban motor setiap harinya. Kini, karena motobikers sudah beralih menggunakan ban tubbles, pemasukan menyusut. Dahlan mengaku, paling tidak dalam sehari cuma menambal dua motor yang terkena paku. Walau sangat minim, namun dirinya tetap bersyukur dan terus berusaha mencari nafkah dengan cara halal.
“Dua motor sehari paling cuma dapat 10 ribu rupiah, itu cuma bisa buat makan sehari. Bagi saya, walau mencari uang semakin sulit asalkan dengan cara yang halal bisa berkah dan usaha bisa berumur panjang. Ini memang karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab menyebarkan paku dimana-mana, akhirnya semua penambal ban disangka pelakunya. Padahal tidak semua penambal ban seperti itu, mereka termasuk saya juga masih punya nurani,” ujarnya lirih.