Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.
Lorenzo mengakui kekalahannya dari Casey Stoner, pada MotoGP seri X di Laguna Seca, Amerika (25/07). Kekalahan yang di derita Lorenzo buntut dari kurang fit tenaganya, pasca jumpalitan saat latihan resmi dua hari sebelum race di mulai.
“Memasuki awal dari lap akhir, tenaga saya terus terang sedikit ngedrop, akibat kejadian saat latihan bebas. Saya sedikit mengendorkan kecepatan motor dan Stoner berhasil mengambil kesempatan itu” papar Lorenzo di kutip dari Yamaha Racing. Kecelakaan tersebut sampai melontarkan tubuh Lorenzo ke luar sirkuit. Beruntung, pembalap Yamaha Factory Racing itu harus-banyak-banyak mengucap syukur, karena kejadian tersebut tidak berakibat fatal, hanya memar-memar saja.
”Saat latihan balap resmi, ketika akan memasuki tikungan, saya terpental karena traksi ban belakang yang seharusnya meminimalisir ”jump” kurang bekerja dengan baik. Akibatnya ketika akan memasuki tikungan, saya terpelanting dan harus menghentikan latihan resmi” beber Lorenzo. Setelah diteliti, kesalahan tersebut berawal dari Lorenzo sendiri yang tidak mengaktifkan program elektronik roda belakang, untuk meminimalisir kejadian motor ”ngejump”. ”Saya masih penasaran dengan apa yang terjadi. Saya ingin melihat dengan seksama kejadian tersebut” ungkapnya membela.
Okelah...apa yang terjadi, yang jelas Lorenzo mampu tampil cepat saat kualifikasi dan memasukan namanya di grid terdepan saat race. Sayang, pencapaiannya ini kurang dibarengi dengan rekannya, Ben Spies. Putra lokal Amrik ini berangkat dari posisi tujuh, persis di belakang Rossi.
Lorenzo Tidak Kenal Ampun
Meski hanya berstatus pembalap pesakitan. Nayatanya Lorenzo tidak kenal kompromi memberikan perlawanan yang berarti bagi pasukan orange dari jepang. Bahkan hingga 26 lap, Lorenzo terus kokoh di barisan depan, sebelum akhirnya mengendurkan power-nya karena rasa sakit yang membelenggunya. Melihat hal ini, Stoner ”naik pitam” dan mencuri selah kelemahan Lorenzo untuk kemudian naik di podium utama, di susul Lorenzo pada posisi dua dan Pedrosa di posisi tiga.
”Setelah semuanya berada di depan. Kondisi saya kurang fit untuk bertarung dengan Stoner. Saya akui dia (Stoner-red) lebih cepat dariku. Its oke. Posisi dua sudah lumayan bagus. Berarti selisih kami menjadi 20 poin lagi. Dan saya akan coba di MotoGP berikutnya di Brno” bela Lorenzo.
Sementara itu, Ben Spies yang berangkat dari grid ketiga alias posisi ketujuh. Mampu bersaing dan terus menyeruduk kedepan untuk posisi keempat. Sayang pencapaiannya ini setelah melewati Rossi yang kemudian berlanjut menyingkirkan Davizioso, sedikit terlalu lama. Sehingga harus kehilangan rombongan dari posisi terdepan. (Lorenzo, Stoner dan Pedrosa).
”Berada pada posisi tujuh di bawah Rossi dan harus mulai bersaing dengannya tentu bukan hal mudah. Tapi, beruntung saya dapat memperkecil jarak darinya dan mengambil kesempatan untuk menghampiri Davizioso. Ketika semuanya sudah cukup untuk memperpendek jarak dari rombongan terdepan, semuanya sudah semakin jauh. Sekali lagi beruntung saya dapat menempel ketat di posisi empat” papar Ben Spies, yang mengaku optimis dapat meraih posisi tiga besar setelah musim balap 2011 ini selesai.