Yamaha EC-03
Ciptakan Langit Jernih & Bumi Sehat
16/08/2010 16:13Cover StoryAuthor: Awan SB
Apa jadinya jika pemanasan global yang terjadi dibiarkan tanpa ditanggulangi. Mungkin kita semua akan cepat musnah tergerus bencana alam yang diakibatkan oleh perubahan iklim yang tak menentu. Kalau sudah begini kejadiannya, siapa yang tanggung jawab?
Hasil dari konvensi iklim dunia atau UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) ke-13, yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali pada tahun 2007 yang lalu, menyatakan fenomena telah terjadinya perubahan iklim (climate change) bukan lagi isu semata, tetapi sudah memasuki tahap serius yang harus diselesaikan oleh semua warga dunia.
Dari berbagai penelitian ilmiah, digambarkan bahwa karbondioksida (CO2) di lapisan atmosfir telah terjadi peningkatan hingga 20% sejak dimulainya revolusi industri. Hal ini adalah konsekuensi hasil sisa pembakaran dari batu bara, kayu hutan, minyak, dan gas.
Perkembangan dunia industri yang terus tumbuh hampir di seluruh daratan benua dunia, telah menghasilkan limbah “Gas Rumah Kaca” (GRK) seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrousoksida (N2O). unsur-unsur itu yang menyebabkan terjadinya "efek selimut". Efek inilah yang kemudian mangakibatkan naiknya suhu di permukaan bumi. Setelah itu bisa ditebak, kenaikan suhu bumi berarti pemanasan global (global warming) juga ikut naik.
Untuk itu pada tanggal 12 Februari 2010, Yamaha Motor Co, Ltd sebagai salah satu perusahaan otomotif terkemuka, mengambil kebijakan untuk ikut serta membantu pemerintahan dunia. Salah satunya melalui upaya mengurangi emisi gas buang karbondioksida dengan menciptakan teknologi sepeda motor yang ramah lingkungan dan bebas polusi.
Tentang Yamaha EC-03
Sejalan dengan kebijakan tersebut, maka lahirlah motor Yamaha EC-03 nol-emisi listrik dengan teknologi smart power yang tercipta untuk menuju masyarakat dunia rendah karbon. Hal ini sejalan dengan konvensi dasar perubahan iklim yang menghendaki penurunan karbon dan menekan sebab-sebab pemanasan global.
Tampilan Yamaha EC 03 adalah skuter yang minimalis, ringkas, praktis dengan desain hemat ruang. Hal ini sesuai dengan konsep yang diusung Yamaha, yaitu 'smart minimal commuter'. Bobotnya, hanya 123.4 lb atau 56,1 kilogram dengan mengandalkan sumber listrik yang disimpan dalam baterai ion lithium sebesar 50 Volt, meski begitu Yamaha EC-03 tetap Smart Power berkat kemampuannya mengefisiensikan energi yang digunakannya.
Terus apa maksud dari teknologi Smart Power? Secara khusus Smart Power adalah bagian EVS yaitu sel bahan bakar untuk kendaraan hibrida, sehingga kendaraan ini tidak berbahan bakar BBM (Bahan Bakar Minyak), tapi mengandalkan tenaga yang berasal dari listrik dari baterai. Motor listrik yang juga bernama Yamaha Integrated Power Unit (YIPU) ini, mampu menyemburkan tenaga hingga 1,9 daya kuda dan torsi 7,1 lb-ft.
Artinya dengan tenaga sebesar itu, Yamaha EC-03 mampu menempuh jarak 29,8 kilometer per jam. Bila berisi penuh, tenaga listrik ini bahkan mampu membawa Yamaha EC-03 menempuh jarak 43 kilometer. Jadi motobikers tak perlu khawatir menggunakan motor ini untuk menjalankan aktifitas sehari-hari, karena selain kenyamanan dan gaya, pemakai Yamaha EC-03 secara tidak langsung sudah berperan aktif dalam menekan sumber pemanasan global yang banyak diakibatkan dari emisi gas buang.
Pengisian Baterai EC-03
Lantas bagaimana cara pengisian baterai Yamaha EC-03 ini? Tenang saja, disamping sedang dipikirkan beberapa alternatif lain cara pengisian baterai dalam satu tempat, pengisian baterai ini juga terbilang mudah. Soalnya batere ini bisa menggunakan listrik rumah dengan daya 100 volt dengan waktu pengisian enam jam. Praktis bukan?
Sejatinya, EC-03 bukanlah motor skuter listrik yang pertama dibuat oleh Yamaha. Pasalnya, pada tahun 2002-2006 merek berlambang garputala itu telah meluncurkan beberapa model skuter listrik, hanya saja pada saat itu Yamaha masih berbenah untuk mensempurnakan teknologinya agar bisa menembus pasar yang lebih luas lagi.
Kini penyempurnaan itu telah memasuki tahap final, yang berarti Yamaha EC-03 siap dipasarkan sebagai upaya bersama menekan emisi gas buang penyebab pemanasan global. Maka pada perhelatan Tokyo Motor Show 2010, Yamaha EC-03 sudah mulai diperkenalkan ke masyarakat dunia. Rencananya Yamaha EC-03 siap dipasarkan pada 15 September 2010, target pertama adalah pasar Eropa setelah itu Asia. Jadi Tunggu saja kehadirannya di Indonesia!
Setiap individu tentunya berhak menghirup udara bersih dimanapun berada, Yamaha EC-03 terlahir sebagai motor nol emisi listrik yang “Smart Minimal Commuter'. Desainnya yang hemat ruang, praktis dan unik membuat setiap pengendaranya tetap gaya, bahkan secara tidak langsung, menjadi salah satu penghuni bumi yang bertanggung jawab terhadap upaya penanggulangan pemanasan global. Karena ini bumi kita bersama, jadi kita juga yang bertanggung jawab terhadap kelestariannya.