Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.

Masyarakat seharusnya mampu membedakan geng motor dengan club atau komunitas motor. Sangat bertolak belakang memang aktivitas yang dilakukan keduanya. Jika geng motor tenar dengan aksi anarkis dan pembuat keonaran, tidak demikian dengan club atau komunitas motor. Berbagai kegiatan positif kerap dila...

Buat bikers yang hobi nonton film horror, satu lagi film layar lebar ‘mengguncang’ bioskop tanah air dengan konsep hantu yang kerap bergentayangan. Kali ini, motodream.net akan memberikan sajian film setan yang tentu saja cocok untuk bradercis yang menyukai film lokal serem. Selain film komedi dan ...
Ketika musisi lain ramai-ramai mendendangkan lagu cinta dengan bumbu melankolis yang ”kelewat batas”, Bondan Prakoso justru lahir dengan konsep musik dan gayanya sendiri, ngerock, keras, jujur, idealis dan laki banget. Seolah menyampaikan pesan ”Semua bukan soal cinta dan tapi kehidupan saja” dengan suaranya atau dengan betotan-betotan bass-nya.
Siapa yang tidak kenal mantan bassistFunky Kopral ini? Siapa yang tidak kenal pentolan di grup band anyarnya, Bondan & Fade 2 Black ini? Pecinta musik tanah pasti kenal mantan penyanyi cilik dengan lagu Lumba-lumbanya. Bondan Prakoso adalah pemusik Indonesia yang mengawali karier bermusik sebagai penyanyi cilik di tahun 80-an. Berkat album Si Lumba-lumba namanya melambung dalam jagat glamor dan popularitas salah satu artis Indonesia.
Perbedaannya, sebagai salah satu artis papan atas, Bondan justru emoh mengekspos kehidupan pribadinya untuk konsumsi publik dan entertainment. Untuk yang satu ini, Bondan dikenal sebagai figur yang bisa menutupi kehidupannya dari konsumsi publik dan enterteinment. ”Bagi gue profesional saja kehidupan antara kerja dengan lingkungan keluarga. Gue nggak mau mencampur adukan keduanya” terangnya pada satu kesempatan.
Beranjak dewasa, alumni D3 Sastra Belanda Universitas Indonesia ini memulai karier remaja dan dewasanya dengan membentuk band Funky Kopral (FunKop) pada tahun 1999 hingga tahun 2002. Di awal terbentuknya FK, Bondan dipercaya penuh memegang kendali dan tanggung jawab sebagai penggeber betot bass. Melalui komitmen bersama, FK sukses merilis tiga album Funchopat di tahun 1999, Funkadelic Rhythm And Distortion tahun 2000 dan Misteri Cinta (kolaborasi dengan Setiawan Djodihttp://id.wikipedia.org/wiki/Setiawan_Djodi; dirilis 2003)
Bahkan album kedua FK diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2001 untuk kategori Group Alternatif Terbaik. Tidak cukup sampai disini, dua tahun kemudian Funky Kopral merilis album ketiga mereka dengan kolaborasi bersama http://id.wikipedia.org/wiki/Setiawan_DjodiSetiawan Djodi dengan hits singel Tokek. Dua generasi menjadi satu ternyata menyedot perhatian pecinta musik tanah air, oleh karenannya satu lagi penghargaan mereka dapat dari AMI Sharp Awards, kategori Kolaborasi Rock Terbaik.
Pilih Nama dan Genre Baru
Makin hari kedewasaan Bondan makin bertambah, terutama soal bermusiknya. Funky Kopral yang cukup lama ia rawat, akhirnya terlepas dan hilang dari peredaran belantika musik tanah air. Tapi dasar jiwa seninya tetap hidup, Bondan kembali bangkit ditahun 2005 dengan berkolaborasi rapper asal Bogor “Fade2Black”. Kolaborasi ini adalah bukti kepekaan musikalitas Bondan dalam mengemas trend musik yang ada dengan tidak ikut-ikutan melayu dan jadi melankolis yang sedang booming saat ini. Hasilnya? Bondan & Fade 2 Black di ganjar penghargaan dari AMI Sharp Awards 2008 untuk kategori Group Rap Terbaik. Bukan soal penghargaan saja, sebab sejatinya kolaborasi ini adalah sebuah kolaborasi antara lirik dan jiwa dari sebuah group Hip Hop anak muda antara Fade 2 Black, dengan musikalitas idealisme Bondan Prakoso. Liriknya kebanyakan mengangkat tentang kehidupan anak muda jaman sekarang yang gaul, sportif, kreatif, agresif, nakal dan sedikit chaos.
Keterlibatan multi talenta Bondan sebagai produser dalam album ini merupakan cara tersendiri untuk menuangkan semangat idealisme dalam berkarya. Dan album ini telah menunjukkan proses kedewasaan bermusiknya secara total. Terlebih di album ini Bondan mencoba untuk memproduseri, mulai dari materi musik, arransemen, programing dan looping semua dia kerjakan sendiri. Bahkan istimewanya lagi, Bondan ikut juga mengisi vokal selain memainkan hampir semua instrumen di album ini. What a talent he’s got!
Evolusi musik yang dilakukan Bondan bukan sekedar musik biasa. Lebih dari itu musik dan lirik yang Bondan angkat berangkat dari konsep yang kuat, pemahaman yang hebat, rasa musik yang beda serta pilihan ekspresi kreativitas yang tepat. Wajar jika kini sentuhan Bondan bersama grup barunya Fade 2 Black karya-karyanya dinikmati siapa saja dalam “jangkauan” yang lebih luas lagi. Apalagi fans loyal mereka atas nama Rezpector berdiri kokoh di depan, kanan, kiri dan belakang mereka, atas nama musik dan persaudaraan yang didengungkan Bondan & Fade 2 Black.