Jetski
Deru Ombak Di Degup Jantung
23/08/2010 19:01SportAuthor: Ridho / Bayu
Pernahkan Motobikers merasakan sensasi melaju dengan kecepatan tinggi diatas Jet Ski? jika belum, patut dicoba. Stigma bahwa Jet Ski hanya olahraga untuk kalangan menengah atas patut dikikis. Menurut Syaiful Ihsan atau akrab disapa Fully, semua olahraga pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Fully mengaku, bukan hanya Jet Ski, jika Motobikers hobi menembak, dalam satu hari membidik target dibutuhkan biaya hingga 1,5 juta rupiah.
Lelaki yang juga ketua IJBA (Indonesian Jetsport Boating Association) ini mengaku untuk bermain Jet Ski memiliki keterampilan khusus. Sebelum menapaki kesuksesan, ada beberapa tingkatan yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah stamina, selain itu perlu feeling, emosional, dan keberanian dalam melakukan manuver serta mempertahankan kecepatan. "Dalam Jet Ski memang banyak langkah-langkahnya. Namun yang paling utama adalah feeling dan emosi atlet. Proses untuk mahir mengendarai Jet Ski tergantung masing-masing. Yang jelas, semua cabang olahraga pasti memiliki aturan sendiri," terangnya, kala ditemui di Pantai Ancol, beberapa waktu lalu.
Bapak dua anak ini mengaku, anggota IJBA diseluruh Indonesia mencapai 400 orang. Anggota yang tersebar itu memiliki frekwensi latihan sesuai dengan aturan masing-masing. Namun demikian, jika event Jet Ski digelar, seluruh anggota berkumpul untuk mencari bibit muda potensial. Fully menyambung, selama berdiri dari tahun 1994 silam, olahraga Jet Ski beberapa kali menorehkan tinta emas. Salah satunya adalah menyabet juara III dikejuaraan World Cup Grand Prix 2009 yang dihelar di Pattaya, Thailand. "Selama ini Jet Ski memang jarang tampil, namun demikian kita tidak pernah surut untuk terus mencetak prestasi. Bagi kami, kerja keras selama ini mampu mengharumkan nama bangsa. Kejuaraannya memang tidak hanya digelar dikawasan Asia, tapi juga di negara lain," imbuhnya.
Untuk menjadi atlet Jet Ski syaratnya harus memiliki kendaraan laut tersebut. Selain itu, saat ini IJBA tengah gencar mengadakan latihan untuk anak-anak dikisaran usia 12-20 tahun. Hal ini dilakukan untuk mencetak peJet Ski muda dan meneruskan kejayaan Indonesia dicabang olahraga Jet Ski. Untuk kelasnya, masing-masing peJet Ski memiliki kemampuan untuk melajukan stand up atau runner boat. "Masing-masing anak memiliki kemahiran pada masing-masing kelas. Ada yang piawai mengendarai stand up (Jet Ski yang dikendarai berdiri) atau runner boat (Jet Ski yang dikendarai duduk sendiri atau berdua), terangnya menjelaskan. Semua olahraga pasti memiliki resiko, sama yang terjadi pada atlet Jet Ski.
Fully mengaku, dalam setahun kejuaraan Jet Ski digelar sebanyak 4 kali. Sementara, rujukan lokasi paling asyik untuk berlatih atau menggelar kejuaraan adalah pantai Ancol. Selain anginnya tidak terlalu kencang, peJet Ski akan merasakan sensasi karena alur ombaknya selalu berubah arah. Selain di pantai Ancol, ada juga tempat lain yakni pantai di Makassar serta Danau Toba.
Minimnya informasi tentang olahraga Jet Ski karena kurangnya promosi dan hingga saat ini kurang didukung instansi pemerintah bidang olahraga. Selama menggeluti olahraga air ini, dirinya kerap mengandalkan Jet Ski merek Yamaha. Selain mesinnya tangguh, biaya perawatannya mudah dan murah. Kedepan, Fully berniat menggelar event bertajuk Kapolda Cup yang akan diselenggarakan pada 24 Juli kemarin.
Foto Terkait





