Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.
Skill berkendara saja tidak cukup untuk menembus batas menuju perbatasan Negara Indonesia-Malaysia. Mental, kekompakan dan semangat berbagi dari kawan-kawan YVCI Pontianak dan chapter di sekitarnya, adalah inspirasi buat motobikers semua. Bukan soal ribuan kilometer yang sudah dilaluinya, tapi soal semangat berbagi sekaligus bangga sebagai Pemuda Indonesia di hadapan komunitas pemuda Malaysia, tanpa meninggalkan esensi dari Sumpah Pemuda yaitu brotherhood (persaudaraan)!
Untuk memperingati Hari jadi Sumpah Pemuda yang ke-81, Yamaha Vixion Club Kalimantan Barat mengikuti upacara deklarasi yang diadakan oleh perusahaan nasional minyak nasional, Pertamina, pada 30 Oktober - 01 November 2009. Untuk mensukseskan acara tersebut, punggawa Yamaha Vixion Club Chapter Pontianak mengundang rekan chapter di daerah sekitarnya untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini. Adalah YVC Chapter Sanggau, YVC Chapter Sungai Kunyit dan YVC Prospek Melawi yang ikut terlibat dalam pengalaman bersejarah perjalanan rally wisata antar Negara ini. Berikut cerita perjalanan yang diceritakan langsung oleh rekan-rekan YVCI Pontianak kepada MotoDream. Cekidot!
Dilepas Oleh Kapolda Kalimantan Barat
Pada H-1 kami (YVCI Pontianak) sepakat untuk kumpul bersama di salah satu kota Pontianak untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Dan seperti yang di lakukan kebanyakan klub motor di tanah air, sudah sewajarnya tuan rumah menjemput saudara yang datang berkunjung (sowan) ke daerah kami. Untuk itu kami dari YVCI Chapter Pontianak melakukan penjemputan di batas kota Pontianak yaitu di daerah Ambawang untuk menjemput YVCI chapter Sanggau dan di daerah Melawi dan sekitar Siantan untuk menjemput YVCI chapter Ksungai Kunyit.
Keesokan harinya (30 Oktober 2009) pukul 05.00 WIB. Kami berkumpul di rumah salah satu anggota YVCI Pontianak. Disini, terkumpul 14 motor Yamaha Vixion untuk 15 riders pilihan yang akan berangkat touring lintas Negara. Tepat pukul. 06.00 WIB rombongan Peserta Rally Wisata Lintas Negara, menuju perbatasan Aruk (Indonesia - Malaysia), akhirnya di lepas langsung oleh Kapolda Kalimantan Barat, Brigjen Pol. Erwin TB Lumban Tobing.
Cerahya pagi, menyambut sekaligus mengiringi langkah kami. Kuda pacu yang kami kendarai, tak luput dari tembusan sinar matahari yang semakin tinggi. Setelah menjelajah dan menyisir aspal pagi dan menempuh jarak hingga 160 km, pukul 09.30 WIB kami tiba di Kota Pemangkat. Disinilah kami melakukan check point pertama sekaligus istirahat dan makan siang.
Jelajah Medan Offroad, Batu Kerikil dan Tanah Kuning Basah dan Licin
Setelah cukup beristirahat, pukul 10.30 WIB kami melanjutkan perjalanan dengan jarak tak kurang dari 150 km menuju Sajingan, tepatnya menuju Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Aruk, dimana setengah dari jarak tersebut merupakan medan offroad, batu krikil dan tanah kuning basah yang licin. Disinilah mental, fisik dan kebersamaan kami di uji. Lima punggawa YVCI terjatuh di Jalan Sajingan karena licinnya jalan tanah perbukitan. Jelas saja kerusakan–kerusakan kecil pada sepeda motor dan luka ringan tidak bisa terelakkan lagi. Tapi, karena tekad yang kuat dan semangat yang tinggi, kami melanjutkan rally sampai perbatasan, walaupun satu di antara kami melewati trek naik dan turun bukit tanpa kopling di stang karena patah saat terjatuh. Sebuah pengalaman yang menantang dan tak terlupakan.
Dengan sisa - sisa tenaga dan semangat yang ada, pukul 14.30 rombongan tiba di PPLB Aruk, tepatnya di daerah perbatasan Indonesia Malaysia. “Di Lintas Perbatasan Malaysia, kami pikir medan offroad sudah tidak akan kami temukan lagi. Nyatanya, fisik kami kembali di uji dengan 22 km jalan offroad, sebelum akhirnya mencicipi jalan aspal yang mulus layaknya jalan tol” jelas Anca, salah satu riders rally wisata.
Disambut Polisi Diraja Malaysia
Di Batas Jalan Offroad dan aspal mulus, disana sudah menanti Polisi Diraja Malaysia (PDRM) yang akan mengawal kami melewati Malaysia Timur dengan rute Lundu-Biawak –Samarahan - Serian - Tebedu. Hebatnya dalam perjalanan ini, hujan deras selama 6 jam lebih atau sekitar 230km tanpa henti, selalu mengiringi kami di negeri Jiran Malaysia. Di sela –sela pemberhentian kami yang sudah merasakan lapar yang amat sangat, kami akhirnya memutuskan untuk mencari foodcourt terdekat. Sekali lagi kami dikagetkan dengan kultur dan budaya yang berbeda antara Indonesia-Malaysia. Untuk makan saja, kami harus melakukan negosiasi karena tidak satupun dari kami yang membawa mata uang Malaysia (ringgit). Terpaksa menu mie goreng dan segelas teh hangat yang mestinya di bayar dengan RM 6 kami bayar dengan Rp. 11.500. Well, selamat datang di Malaysia bro!
“Untuk itu satu diantara kami berinisiatif menukar uang rupiah dengan ringgit, di salah satu pom bensin terdekat. Rp. 110 ribu rupiah, ditukar menjadi 50 ringgit” jelas Anca yang memiliki no registrasi YVCI Pontianak 04.
Tepat pukul 20.30 WIB kami melanjutkan perjalanan dari Serian menuju Tebedu dengan guyuran hujan yang masih sama derasnya. Beruntung, jalanan beraspal mulus didukung oleh spek ban semi ditambah penerangan jalan yang cukup, membuat kami memberanikan diri untuk memacu Yamaha Vixion kami lebih cepat lagi, menembus jarak 42 km yang tersisa. Medan yang kami lalui adalah medan bukit, naik dan turunan yang di lengkapi tikungan-tikungan tajam serta guyuran hujan. Walaupun demikian, kami tanpa ragu melahap medan ini dengan beriringan dan tetap bersemangat.
Menuju Tempat Istirahat
Pukul 21.30WIB akhirnya kami sampai juga di perbatasan Tebedu-Entikong dengan personil yang sama banyak nya saat berangkat pagi tadi (full team). Selanjutnya pada pukul 22.00 WIB rombongan tiba di penginapan di kabupaten Entikong. Peserta Rally termasuk kami dari YVC Kalimantan Barat langsung dipersilahkan untuk bersih–bersih, makan malam dan istirahat oleh pihak panitia. Tidak terbayang kami mampu menembus perjalanan panjang dan ekstrem dibumbui guyuran hujan tanpa henti selama 6 jam lebih. Namun, sekali lagi hal itu bisa kita lalui bersama dengan tetap semangat menuntaskan misi rally ini.
Puncak Acara, 31 Oktober 2009
Pukul 09.00 WIB, puncak acara berupa Upacara Deklarasi Sumpah Pemuda yang berlokasi di lapangan Balai Latihan Kerja TKI yang di ikuti oleh peserta rally mobil dan motor serta tak lupa 150 pemuda perwakilan dari Malaysia pun turut serta dalam acara ini. Upacara ini membuktikan bahwa rakyat bikers pun peduli akan sejarah pergerakan kepemudaan di Indonesia. Karena hujan yang terus mengguyur dengan terpaksa acara games yang melibatkan masyarakat sekitar dan pemuda Malaysia urung di laksanakan. Sebagai alternatif, hanya bhakti sosial berupa fogging/pemberantasan nyamuk serta pengobatan gratis bagi 500 warga perbatasan, bisa di laksanakan pada siang hari itu dan malamnya terdapat panggung hiburan untuk masyarakat Entikong dan sekitarnya.
“Perjalanan ini membuktikan, bahwa dengan bersama, apapun kesulitannya pasti bias kita lalui bersama. Terimakasih Yamaha Vixion, terimakasih kepada Kapolda Kalbar, terimakasih kepada Pertamina dan Kepolisian Diraja Malaysia dan tentunya terimakasih kepada semua pihak yang membantu terlaksananya rally wisata antar Negara ini. Semoga pengalaman ini mampu menginspirasi kebersamaan kita semua” tutup Ancha, yang kemudian diamini Hengky, Ardian, Nurkito, Erick dan Samsidi.
BOX
Jalur touring Pontianak – Mempawah – Sinkawang – Pemangkat – Sambas – Galing – Sajingan – Aruk (border Indonesia) – Lundu – Samarahan – Serian – Tebedu (border malaysia) – Entikong – Sosok – Ngabang – Landak – Sungai Pinyuh – Pontianak.
Petugas Touring Lintas Negara :
1. Road Captain : Ancha, Hengky
2. Sweeper : Ardian, Nurkito
3. S. Officer : Erick
4. Bendahara : Samsidi
Informasi :
Yamaha V-ixion Club Pontianak
Sekretariat : Jl. Purnama Agung 7 P/19
Contact Person :
Eko W : 0812 5719 714
Kito : 0852 4507 2194