Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.
Lorenzo seperti mempermainkan jutaan penonton MotoGP. Start dari posisi kelima, dari awal hingga memasuki 10 lap akhir Lorenzo enggan mengejar donimasi Stoner yang semakin jauh di depan. Justru The Spaniard mulai tergerus Davizioso yang terus menguntit dibelakanganya. Tapi diakhir cerita, Lorenzo kembali menunjukkan kelasnya. His back!
Akhirnya di lap ke 8, Davizioso mampu menggeser Lorenzo di posisi dua. Perubahan ini tidak membuat Lorenzo patah arang, justru sebaliknya. Semangat Lorenzo mengejar Davizioso sekaligus Stoner semakin jadi. Di lap 7 akhirnya Lorenzo mampu meraih posisi duanya kembali dari Davizioso.
Pelan namun pasti Lorenzo terus memangkas gap waktu dengan Stoner. Terus bertambah, yang berarti kali ini Lorenzo mencapai waktu tercepat. Nah, semuanya bermula dari lap keenam. Lorenzo mampu memmanfaatkan celah kecil sisi luar Stoner, dan wuss...pembalap Yamaha Factory Racing itu menyalip Stoner.
Tak puas memberi kejutan pada mantan juara dunia 2008 itu, Lorenzo bahkan tidak bermain aman dengan posisi pertamanya. Justru Lorenzo semakin jauh meninggalkan Stoner untuk memperlebar gap waktu dengannya.
”Akhirnya saya dapat membuat semuanya bahagia. Terimakasih kepada tim yang tidak pernah menyerah untuk membuat sepeda motor ini lebih sempurna. Kemenangan ini mengingatkan saya pada masa 125cc, banyak over taking, pun begitu ketika saya mencoba mendahuli Stoner. Pada sudut yang sulit tapi saya yakin bisa karena telah teruji untuk melewati Davizioso, maka saya coba kembali untuk menaklukkan Stoner dan hasilnya sangat menyenangkan” kata Lorenzo, dikutip dari situs resmi Yamaha Racing, Minggu, (03/07).