Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.
Desainer muda bernama Jessica Dunn membuat sebuah terobosan baru dengan membuat pelindung kepala alias helm yang dapat dilipat. Penemuan asal Sydney, Australia, ini merupakan yang pertama kali di dunia. Helm lipat buatan wanita 25 tahun tersebut diberi nama Proteus.
Helm inovatif ini dirancang untuk penyimpanan lebih mudah dan mudah untuk dibawa kemana-mana. Uniknya, ide pembuatan helm lipat ini terinspirasi dari pencurian helm yang dialami Dunn saat berada di Indonesia. "Saya selalu menggunakan sepeda motor ketika berada di Indonesia untuk pertukaran pelajar, tetapi saya harus membeli helm ditoko pinggir jalan karena helm telah dicuri. Setelah kejadian itu saya terus membawanya setiap hari selama lima bulan dan saya ingin helm itu bisa dimasukkan ke dalam tas," ungkap Dunn, dikutip dari Autoevolution.
Ada tiga lapisan utama yang diberikan helm Proteus. Pertama, batok yang memakai bahan polycarbonate yang mampu melindungi terhadap abrasi dan benturan tingkat tinggi sekalipun. Kedua, busa polystyrene yang mampu meredam benturan dengan baik. Lapisan terakhir adalah yang paling dekat dengan kepala, terdiri dari bahan lentur dan mudah menyerap keringat sehingga nyaman di kepala.
Desain inovatif Dunn ini masuk nominasi James Dyson Award. Jika dia mampu memenangkan penghargaan tersebut, Dunn berhak membawa pulang hadiah sebesar 10.000 poundsterling atau sekitar Rp140 juta untuk mengembangkan penemuannya.