Jabodetabek RZR-RXZ Club (JRC)
25/03/2010 14:49Moto CommunityAuthor: Webmaster
Selama ini orang kerap menganggap motor keluaran tahun lama akan merongrong pemiliknya. Karena alasan tersebut, Motobikers kerap membentuk sebuah wadah motor-motor keluaran diatas tahun 2000. Dengan dibentuknya komunitas Jabodetabek RZR-RXZ (JRC), asumsi segelintir orang langsung dimentahkan.
JRC dibentuk untuk membuktikan bahwa motor tua tidak selamanya ringkih dan gampang "sakit". Walau terbilang agak terbatas produksinya dan dihentikan tahun 1997, namun JRC terus dibanjiri pemilik motor semi-sport tersebut. Karena masih banyak pemilik RXZ dan RZR yang berseliweran di Jabodetabek, Sigit Hartono lalu berinisiatif untuk melestarikan kuda besi ini dalam sebuah wadah bernama JRC.


Bersama 15 temannya, Sigit membentuk komunitas tersebut dan resmi dideklarasikan tanggal 19 September 1999. Hingga kini, jumlahnya terus membengkak, dan mencapai 135 Motobikers menurut catatan internal JRC. Sigit mengaku untuk merekrut anggota baru, dirinya kerap mencari pengguna RZR dan RXZ di Jabodetabek. Setelah terbentuk, JRC melakukan turing perdana menuju Lampung. "Pas terbentuk kami melakukan turing ke Lampung. Dengan atribut yang belum lengkap kami mencoba menyatukan semua Motobikers untuk saling mengenal dan sekaligus menjajal ketangguhan motor ini. Saya bersyukur hingga kini komunitas kami masih berdiri kokoh" ujarnya mantap.
Walau terbilang komunitas yang cukup fleksibel dan penuh kekeluargaan, Sigit mengaku memiliki aturan main yang tidak boleh dilanggar. Yang jelas tidak berbuat kacau yang berimbas pada buruknya citra JRC. Namun demikian, dari mulai berdiri hingga saat ini, tidak ada anggotanya yang berbuat fatal hingga menimbulkan pemecatan.
"Di JRC kami memberikan toleransi yang tinggi. Setiap anggota kami bebaskan, asalkan jangan berbuat kericuhan didalam komunitas tidak ada masalah. Tapi hingga kini tidak ada anggota yang kami pecat, kecuali jika motornya sudah dijual maka keanggotaannya kami cabut" imbuhnya.
Sepuluh tahun berdiri, Sigit memiliki resep untuk anggotanya agar tidak jenuh dan semangat tetap terjaga. Kesolidan anggota JRC memang tidak perlu diragukan karena anggotanya terus berhubungan walaupun sedang tidak kopdar. Sigit menambahkan, JRC bukan hanya sebuah komunitas namun sudah menjadi sebuah keluarga. "Kami nongkrong dan membentuk JRC dari sebelum menikah hingga kini sudah menikah dan memiliki anak. Karena itu JRC kami anggap bukan hanya sebuah klub motor namun kita menganggap setiap anggota sudah seperti keluarga sendiri" ujarnya lagi.


JRC menganggap perkembangan komunitas motor yang semakin menjamur tidak membuat mereka merasa terpinggirkan. Menurut pemilik RXZ warna merah itu, memang hampir setiap bulan sebuah komunitas dibentuk, dan itu malah baik untuk JRC. Pasalnya, dengan dibanyaknya komunitas motor dari berbagai merek dan tipe membuat JRC makin banyak teman dan saudara. Sigit menambahkan itu bukan sebuah ancaman yang membuat komunitasnya minder karena menggunakan kuda besi lawas.
Kedepannya, komunitas yang rutin kopi darat di depan GOR Bulungan, Jaksel ini akan terus memantau pemilik motor RZR dan RXZ untuk diajak bergabung bersama. Selain itu, JRC ingin terus eksis dan memelihara kebersamaan yang sudah terbina sejak sepuluh tahun silam. "Walaupun nanti jumlah anggota kita hanya lima orang, kita akan tetap jalan bareng dan mempertahankan JRC yang sudah dibentuk sejak 1999 ini" pungkasnya.
|
Jabodetabek RZR - RXZ Club
|
|
Tanggal Pendirian
|
:
|
19 September 1999
|
|
Ketua
|
:
|
Sigit Hartono
|
|
Lokasi KopDar
|
:
|
Depan GOR Bulungan, Jaksel
|
|
Syarat Gabung
|
:
|
Memiliki motor Yamaha RZR dan RXZ dan mematuhi AD/ART klub
|