Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.

Masyarakat seharusnya mampu membedakan geng motor dengan club atau komunitas motor. Sangat bertolak belakang memang aktivitas yang dilakukan keduanya. Jika geng motor tenar dengan aksi anarkis dan pembuat keonaran, tidak demikian dengan club atau komunitas motor. Berbagai kegiatan positif kerap dila...
“Buat apa maen balap liar. Pengalaman saya, banyak teman yang akhirnya mati konyol, cidera permanen, minimalnya disumpahin orang dan bikin malu keluarga. Kalau memang punya bakat, mending disalurin saja ke balap resmi. Duit dapat, prestasi juga pasti dapat,” himbau Pieka, ladies rider dengan seabreg prestasi bergengsi.
Pemilik nama aseli Shakina Pieka Puspita ini lahir di Semarang, 20 Desember 1987. Bukan tanpa sebab Pieka menyukai dunia balap. Selain ayahnya yang juga mantan pembalap, lingkungan pergaulan Pieka di Pontianak, Kalimantan sana, juga 99% balap. Iya, keluaga Pieka adalah transmigrasi ke timur Indonesia itu.
Gadis tomboy anak dari pasangan Atto Yarmanto dan Tuti Yarmanto ini mulai membalap tahun 2002. Motor-motor Yamaha versi 2 tak, jadi sasaran Pieka menjajal dinamisasi dunia balap dengan aroma kerasnya. Juara tiga di kelas ladies race adalah jawaban bahwa dia salah satu yang terbaik. Setahun kemudian pembalap yang akrab dipanggil Pikachu ini mengkudeta juara bertahan dan menjadi yang tercepat alias juara pertama.
“Saya butuh adaptasi dengan dunia balap sekitar satu tahun. Kedua orangtua saya syukurnya sangat mendukung hingga tidak berlama-lama dengan balap liar, karena memang tidak ada untungnya dan beresiko besar. Nah, begitu masuk di kelas resmi, saya buktikan untuk konsisten juara,” papar peyuka dandanan mowhack dan emo ini kepada MotoDream.
Catatan prestasi Pieka di medan balap, termasuk yang cukup fenomenal. Juara 1 selama tiga tahun berturut-turut di kelas balap Standar 2T 110cc (2003, 2004 dan 2005). Juara umum tiga dan dua di kelas balap Bebek Standar 125cc, ditambahjuara 1 kelas ladies race Bebek 4T Tune Up Pemula 125cc, serta juara 3 Umum Nasional OMR kelas Bebek 4T Standar 125cc Pemula di tahun 2006. Setahun kemudian Pieka masih unjuk gigi sebagai juara tiga kelas Bebek Umum 4Tak Standar 125cc dan juara 5 Umum Nasional OMR kelas bebek 4T Standar 125cc Pemula. Yang terakhir, Pieka menjadi yang terbaik di kelas balap Matic Standar 115cc YCR Bogor 2011.
Pertama Kali Balap Dengan Motor Matik
Meski terlahir sebagai anak perempuan. Selama balapan Pieka selalu mengunakan motor bebek yang biasa dikendarai pembalap laki-laki. Konyolnya lagi, pemilik Yamaha Mio lansiran 2006 itu mengaku Yamaha Cup Race (YCR) seri Bogor, November lalu merupakan awal kalinya Pieka menjajal kekuatan motor matic. “Jujur, saya baru lho pakai matik buat balapan. Sebelumnya selalu pakai motor bebek,” sembur juara 1 ladies race YCR Bogor. “Awalnya sempat kesulitan menggunakan Yamaha Mio sebagai kuda pacunya, ditambah lagi masih awam banget dengan tipe sirkuitnya. Dua hari latihan, semuanya beres dan lancar jaya serta juara pula,” sambungnya lagi.
Lantas apa sih yang melatarbelakangi Pieka menjadi pembalap? “Bicara teknis motornya, saya pilih Yamaha karena gen motornya memang cepat dan balap banget. Jenjang karir di Yamaha juga tidak mentok nasional saja. Ada Asean Cup Race dan lainnya,” jelas Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi semester lima di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta ini. “Tapi kalau bicara bagaimana merintisnya, yang pertama tentu saja iseng berlanjut pada senang dan hoby, berikutnya menjadi mata pencaharian. Dan satu lagi konsisten dengan dunia yang memang sudah kita yakini akan membawa masa depan yang lebih baik lagi,” tutup Pieka.
Tul!