Mio Club Depok (McD)
Komitmen dan Konsistensi Adalah Kuncinya
16/07/2010 16:11Moto CommunityAuthor: Ridho - Bayu
Mio Club Depok (McD), hingga kini terus menunjukan eksistensi. Walau beberapa kali berganti kepengurusan, komunitas yang dideklarasikan tahun 2005 silam ini seolah seperti karang ditengah laut yang tetap kokoh walau diterjang ombak. McD berdiri atas gagasan 12 pemuda-pemudi asal Depok. Mereka ingin mewadahi hobi anak-anak penyuka motor Yamaha Mio.
Dengan visi dan misi yang sama, McD akhirnya lahir dan komunitas ini mewadahi semua kegiatan seperti bakti sosial, touring, acara ulang tahun dan sebagainya. Untuk memulai petualangan, Toni dipilih sebagai ketua pertama untuk mengakomodir setiap kegiatan. Dua tahun berlalu, Eka Hadikusuma didaulat menduduki kursi yang ditinggalkan Toni. Sementara ketua McD yang ketiga dipegang Listani Agustina atau yang akrab disapa Itha.
Kini, soliditas McD tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, komunitas yang kerap kopdar di daerah Margonda Raya, Depok ini cukup berprestasi. Tercatat, McD sukses menyabet juara II kontes modifikasi Yamaha, dan juara I pada event pemilihan club terbaik yang digelar Yamaha. Itha mengaku, jauh sebelum komunitas ini meretas jalan hingga cukup mumpuni, beberapakali McD terseok-seok dan kerap terjadi masalah didalam internal klub. Namun demikian, dengan pendekatan yang baik dengan azas kekeluargaan dan musyawarah untuk mufakat, McD semakin berkembang. "Di club ini kita selalu utamakan asas kekeluargaan, dan musyawarah untuk mufakat. Karena tanpa itu semua, mustahil setiap komunitas akan mampu bertahan lama. Selama ini, semua anggota bisa menjalankan peraturan dengan baik," terangnya, belum lama ini.
Torehan prestasi yang didapat dan tingkat kesolidan yang semakin kental, tidak heran setiap bulan jumlah anggota semakin bertambah. Hingga kini, anggota seluruhnya mencapai seratus lebih. Selama berdiri, lokasi wisata di Indonesia sudah pernah disambangi, namun hanya Bali yang belum didatangi. Jambore McD yang pertama digelar di Sentul, Jawa Barat akhir tahun 2009 kemarin. Dan rencananya, jambore kedua akan digelar di Buperta Ragunan, bertepatan dengan ulang tahun McD pada 27 Juni 2010. "Rencananya pada bulan Juli mendatang kita akan turing ke Bali. Hingga kini semua persiapannya masih dimatangkan. Tapi karena pertimbangan akan datang bulan puasa dan Idul Fitri, akhirnya rencana kesana kita tunda hingga bulan November mendatang," tambah Itha.
Bagi yang berminat untuk gabung di McD, Perempuan kelahiran 1984 itu mengaku sangat mudah. Punya Mio, SIM C, Mengisi formulir dan membayar registrasi sebesar 50 ribu rupiah. Untuk urusan disiplin, McD menerapkan kekeluargaan namun tetap melihat pada kasus yang ada. Jika memang masih bisa diselesaikan, McD secara terbuka akan mencari solusi terbaik. Namun untuk kasus yang berat, sanksi berupa pemecatan akan dilayangkan bagi anggota yang melanggar AD/ART klub. "Anggota McD cukup banyak mas, karena itu menyangkut kedisiplinan memang menjadi hal yang harus dilihar secara fair. Contoh, saat ada anggota yang kopdar mengenakan celana pendek dan sandal, kita kenakan denda sebesar 50 ribu rupiah. Uang itu masuk ke kas McD dan akan digunakan untuk keperluan klub juga," pungkasnya.
Memang tak mengherankan jika saat ini McD menjadi besar. Konsistensi, komitmen serta tanggung jawab menjadi prinsip dasar anggotanya. Toh, bagaimanapun McD dibangun dari dan untuk anggotanya sendiri