D’Last Boy Freestyler Soccer
Let's Play With My Soul
13/04/2010 10:51SportAuthor: Ridho

Indonesia memang pernah memiliki ikon olahraga yang hingga kini namanya masih mengharumkan bangsa kita. Sebut saja Ronny Patinasarani, Anjas Asmara, Yayuk Basuki, Liem Swie King, Alan Budikusuma, Susi Susanti, Ellyas Pical, dan hingga era Taufik Hidayat. Namun belakangan dunia olahraga tanah air semakin kering prestasi. Beberapakali pada ajang olahraga antar negara Asean, dominasi Indonesia semakin mandek dan kalah dari negara Asean lain. Melihat realita tersebut, beberapa anak muda mencoba mendongkrak ‘popularitas’ Indonesia kembali lewat cabang olahraga yang terbilang baru.

Adalah Freestyler Soccer yang belakangan tengah digandrungi anak-anak muda dari pelosok negeri. Freestyler Soccer merupakan jenis olahraga yang memiliki banyak variasi jenis gerakan, tidak ada yang bisa memastikan berapa jumlah keseluruhan trik yang terdapat pada freestyle soccer, karena trik freestyle soccer dapat terus dikembangkan sehingga menghasilkan trik-trik baru. Namun secara umum freestyle soccer terbagi menjadi 6 macam jenis gerakan, yaitu Upper Style, Lower/Airmoves Style, Sitdown Style, Groundmoves Style, Flick-Up Style, dan Blockmoves Style. Dari keenam jenis gerakan tersebut memiliki bermacam-macam trik. Freestyler Soccer bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, tidak hanya pada siang hari, malam pun bisa diakukan. D’Last Boy Freestyler Soccer yang mencoba untuk mengajak anak-anak muda berprestasi dalam dunia olahraga yang memang masih ‘bau kencur’ didalam negeri. Namun demikian, diluar negeri, olahraga ini cukup tenar dan sangat digandrungi.

D’Last Boy Freestyler Soccer berdiri pertengahan bulan Juni 2008 silam. Anggotanya sendiri berjumlah 6 orang. Namun uniknya, semua personel yang bergabung merupakan anak bungsu dalam keluarganya masing-masing. Awal mula sebelum dibentuknya D’Last Boy Freestyler Soccer ketika Fakhdian Pamungkas atau Ipang melihat sebuah iklan rokok yang menampilkan keindahan dan skill yang tinggi dalam memainkan bola. Karena tertarik dengan kemampuan ‘unik’ itu, Ipang mencari referensi di youtube untuk terus menambah ‘koleksi’ gayanya dalam beraksi. “Pertamakali melihat freestyler Soccer saya langsung suka. Untuk menambah referensi gaya dan mengolah skill yang saya miliki, saya sering melihat di youtube. Belajarnya nggak lama hanya satu bulan. Yang terpenting adalah menguasai teknik juggling,” terangnya.
Setelah merasa mumpuni dalam hal skill dan teknik bermain freestyler soccer, lajang kelahiran 30 Oktober 1990 ini melakukan debut perdana dengan mengisi sebuah acara olahraga dikawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Penampilan total Ipang membuatnya semakin dikenal, terlebih dengan olahraga yang kini terus digelutinya. Lelaki kalem itu mengaku untuk torehan prestasi D’Last Boy Freestyler Soccer memang belum ada. Namun jangan tanyakan prestasi individu anggota kelompok yang sukses mengukir prestasi diberbagai ajang. Ipang menambahkan, komunitas freestyler soccer yang ada di Indonesia hanya bejumlah 4, diantaranya adalah 360 D Freestyle Soccer (Medan), D’Last Boy Freestyler Soccer (Jakarta-Tangerang), Don’t Stop Trick (Surabaya), dan Roffin Soccer Trick (Yogyakarta).


Jika Bro n Sis berminat untuk mengekplorasi kemampuan, lelaki yang memiliki julukan ‘The Crazy Leg’ ini mempersilahkan untuk bergabung dengan komunitasnya, tidak ada persyaratan tertentu. Yang jelas calon anggota memiliki kemauan untuk maju, mau terus belajar dan giat berlatih. Kedepannya, Ipang ingin membuat video D’Last Boy Freestyler Soccer dalam bentuk youtube dan disebar keseluruh dunia. Selain itu, dirinya ingin membuat sekolah freestyler soccer serta ingin olahraga ini diakui negara dan dipertandingkan dalam berbagai event nasional dan internasional.
Nama : D’Last Boy Freestyle Soccer
Tagline : An ordinary boy with x-traordinary skills
Berdiri : Juni 2008
Base camp : Plaza Barat, Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan
Anggota:
- Fakhdian Pamungkas (Ipank, 19th)
- Muharzi Aghta Trianto (Arzhy, 20th)
- Mathias Ardhi Andriadi (Ardhi, 18th)
- Matthew Mario (Mario, 17th)
- Heru Kurniawan (Rhoe, 18th)
- Habibie Sanusi (Bie, 20th)