Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.
Assen - Walau akhirnya Ben Spies sukses mengangkangi dominasi Casey Stoner saat melanjutkan balap MotoGP seri ketujuh, namun tidak demikian dengan Jorge Lorenzo. Ya, balap yang digelar di sirkuit Assen memang menunculkan nama Spies sebagai juara. Namun dibalik kesuksesan pebalap Yamaha itu, ada sudut pandang lain seputar jalannya pertandingan. Adalah Lorenzo yang menjadi ‘tumbal’ keagresifan Marco Simoncelli. Pebalap asal Spanyol itu harus terjungkal bersama motornya saat menabrak motor Simoncelli.
Pebalap asal Italia itu memang belakangan sering mendapat sorotan bahkan kecaman dari pebalap lain. Simoncelli sebelumnya sukses membuat Dani Pedrosa terjungkal dan tidak melanjutkan balapan karena patah tulang bahu. Ternyata, Simoncelli tidak mengambil pelajaran dari kejadian itu. Lorenzo yang harus menelan pil pahit dan harus finish diposisi keenam karena ulah Simoncelli. Juara dunia MotoGP tahun 2010 itu berharap agar pebalap yang melakukan kesalahan seperti Simoncelli harus diberikan hukuman.
“Dia (Simoncelli) jelas sangat membahayakan. Balapannya sangat agresif dan berpotensi membuat pebalap lain terjatuh. Dan hal itu menimpa saya kemarin di Assen. Karena ulahnya, saya akhirnya harus finish di posisi keenam,” ujarnya, disitat dari Autosport. Karena insiden itu, Simoncelli memang langsung meminta maaf, namun Lorenzo cuek dan meminta Simoncelli dihukum agar tidak melakukan hal yang sama dikemudian hari. “Saya pikir dia sudah melakukan perbaikan dan instrospeksi diri sebelum laga berlangsung. Namu pada kenyataannya tidak demikian, dia tidak mengontrol cara balapannya,” tambah Lorenzo.
Kendati terjatuh, baik Simoncelli dan Lorenzo memang tidak mengalami cidera apa-apa. Namun, Lorenzo sangat menyayangkan karena kejadian itu dirinya harus kehilangan poin. Ditengah usaha pemilik nomor 1 itu untuk mengejar Stoner diposisi puncak, Lorenzo harus bersabar karena ulah Simoncelli yang telah membuatnya terhambat mendulang poin.