Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.

Masyarakat seharusnya mampu membedakan geng motor dengan club atau komunitas motor. Sangat bertolak belakang memang aktivitas yang dilakukan keduanya. Jika geng motor tenar dengan aksi anarkis dan pembuat keonaran, tidak demikian dengan club atau komunitas motor. Berbagai kegiatan positif kerap dila...
Bisnis otomotif dinilai banyak kalangan layaknya kue manis yang jadi rebutan. Sexi, menggoda dan dinamis. Tidak terkecuali dengan item penunjangnya, bahkan dari cluster yang paling kecil sekalipun seperti bisnis cuci helm. Ya, cuci helm!. Modal kecil, berpenghasilan lumayan dan nggak ada matinya. Inilah yang melatar belakangi usaha ini terus tumbuh.
Usaha ini lahir berkat kesadaran masyarakat yang semakin meningkat akan pentingnya keselamatan berkendara dengan mengenakan helm. Dulu, memakai helm seperti cupu “dibungkus” plastik. Gengsi, apalagi si pemakai menggunakan motor sport. Biasa, biar dibilang cowok cakep atau cewek hebat pakai motor sport. Kini, aroma itu sudah mulai terkikis. Malu gitu, kalau keluar nggak pake helm.
Kembali ke peluang usaha cuci helm, MotoDream lancar jaya mewawancarai bisnisman yang punya usaha cuci helm ini, sekaligus bikers sejati bernama Bro Holik. Menurutnya, usaha cuci helm ini nggak ada matinya selama roda dua terus berputar alias motor-motor terus laris manis dipasaran.
Pemaparan pertama bro Holik menjelaskan tentang pentingnya lokasi buka usaha ini. “Biasanya lokasi pemilihan usaha cuci helm adalah lokasi parkiran sepeda motor seperti di mall, pasar dan kampus. Ketiga tempat tersebut berpengaruh dengan harga. Misalnya jika buka cuci helm di parkiran mall, berkisar 15.000-20.000. Tapi jika di pasar dan kampus berkisar harga 10.000,” jelasnya.
”Secara teknis, waktu pengerjaan satu jam. Terdiri dari 10 menit administrasi dan pengecekan kondisi helm. 20 menit pencucian helm, vacuum cleaner untuk membersihkan dan mengangkat kotoran dan debu dalaman helm. 25 menit masa pengeringan kedalam box pemanas, dan 5 menit Quality Control (QC). Itu hitungan simpelnya. Namun, masing-masing tempat ada kebijakannya masing-masing”
Setiap usaha, apalagi baru tentu memerlukan kreatifitas dalam berpromosi. Itu juga yang terjadi dengan usaha cuci helm ini. Namun, promosi yang bagus juga tetap menjaga keseimbangan keuangan.
”Soal promosi, biasalah. Misalnya membuat kartu pelanggan yang berisi volume pelanggan mencuci helm-nya. 10 kali cuci, gratis 1 x cuci. Bisa juga melakukan program barter promosi dengan pihak-pihak tertentu yang masih nyambung dengan dunia otomotif seperti, leasing, pabrikan motor, sparepart, merek pelumas, dealer dan sebagainya” jabar bro Holik.
Mari Berhitung!
Lebih bahagianya lagi, ternyata pemilik Yamaha Byson warna Putih ini mau membagi secara detail hitung-hitungan pasaran cuci helm. ”Ini saya kasih tahu, tapi ini bukan patokan resmi ya. Sebelumnya kita bedakan dulu secara hari. Ada hari biasa, ada juga weekend. Pada hari biasa, minimal laku kisaran 30 pencuci x 15.000. Maka, omzet perhari 450.000.
Nah, khusus untuk weekend, biasanya lebih ramai terlebih tanggal 20 ke atas. Kita buat, weekend kisaran 60 pencuci x 15.000= maka omzet perhari 900.000. Jika dibuat rata-rata, maka dalam satu bulan (hitungan 29 hari) jumlah helm yang masuk sekitar 30 pengunjung x 25 hari = 750 helm dan 60 pengunjung x 4 hari= 240 helm. Terbayang kan berapa omzetnya? Yup, 990 helm x 15.000= 14.850.000 (omzet)!. Bayangkan jika mas bro punya 4 konter saja. Hemmm” jabarnya sambil meledak-ledak.
”Oh iya. Jumlah tersebut tentunya harus dipotong biaya operasional dulu. Kita buat perkiraan, dengan asumsi komisi untuk per helm-nya bagi karyawan kita Rp 2500;. Biaya per 3 item untuk cairan sabun pembersih, cairan penetral sabun dan parfum, taruhlah 300 perak. Biaya listrik adan air per helm sekitar 1200; Total Rp. 4000;. Jika uang jasa cuci helm 15.000, maka keuntungannya ya Rp. 11.000 per helm” jelas lulusan salah satu SMK di Kota Solo itu.
Bagaimana hitung-hitungan secara global mulai dari estimasi anggaran untuk memulai usaha cuci helm ini, anggran pembelian peralatan, sewa tempat dan sebagainya. Yup. Masih di MotoDream, dan akan segera di unggah versi bersambungnya.
Sabar ya bro...