Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.

Masyarakat seharusnya mampu membedakan geng motor dengan club atau komunitas motor. Sangat bertolak belakang memang aktivitas yang dilakukan keduanya. Jika geng motor tenar dengan aksi anarkis dan pembuat keonaran, tidak demikian dengan club atau komunitas motor. Berbagai kegiatan positif kerap dila...

Masih ingatkah Motobikers pada pernyataan "Hidup ini seperti roda yang terus berputar." Nah, cukup dengan analoginya. Sekarang kembali ke realita tentang ban motor yang sesungguhnya, dimana Motobikers menggunakannya setiap hari.
Pada ulasan Tips & Ride di MotoDream kali ini lebih banyak mengupas tentang serba-serbi ban. Bagaimana sebuah ban bukan sekadar karet berbentuk bundar tapi ban yang ikut menjaga keselamatan Motobikers selama berkendara. Semoga bisa bermanfaat untuk Motobikers semua.
Biasanya ukuran ban akan ditandai dengan kode dengan angka-angka seperti 3.00-18 atau 70/90-17 dan lain sebagainya. Agar tidak salah kaprah, ingat dulu teori dasarnya, misal ban 70/90-17. Maka angka pertama 70 berarti lebar ban dalam satuan milimeter, dan 90 persentase rasionya (persentase lebar ban dari tingginya). Sedangkan angka ketiga, yaitu 17 berarti diameter pelek dalam satuan inci. Jadi, ban 70/90-17 punya makna; lebar tapak ban 70 mm, dengan tinggi 90% x 70 mm = 63 mm. Dan diameter ban 17 inci.
Thread Wear Indication (TWI) alias indikator batas pemakaian. Pada ban ditandai garis segitiga. Kode ini menunjukkan batas paling minim alur ban, batas ketebalan alur ban yang ditunjukkan segitiga berupa tonjolan yang ada di dasar ban. Jika ketebalan pola ban sama dengan tonjolan tersebut, berarti ban mesti diganti.
Usia produksi di tunjukkan empat angka yang terdapat di sisi ban. Misalnya, 2103 angka tersebut menyiratkan periode produksi ban. Dua angka pertama menunjukan minggu dan dua angka terakhir berarti tahun pembuatan. Jadi kalau dibaca, kode di atas berarti ban diproduksi pada minggu ke-21 tahun 2003. Kode angka ini penting, mengingat semakin lama ban tersimpan, semakin rentan terhadap kerusakan akibat kekerasan kompon ban.
Ditandai dengan kode berupa anak panah. Tanda ini digunakan sebagai patokan posisi pemasangan ban yang benar. Arah berputarnya roda harus searah dengan tanda anak panah tersebut. Karena jika posisi pemasangannya terbalik maka Pattern ban (pola kembangan ban) tidak berfungsi dengan baik.
Pada ban merk tertentu, biasanya akan ada simbol tambahan (huruf alphabet) yang membedakan antara ban untuk roda depan dengan ban untuk roda belakang. Biasanya digunakan simbol F atau R.
Simbol F kepanjangan dari Front yang berarti ban tersebut spesial didesain untuk ban depan. Sedangkan R kepanjangan dari Rear yang berarti ban tersebut spesial didesain untuk ban belakang. Pembedaan ini biasanya dikarenakan adanya perbedaan fungsi antara ban depan dengan ban belakang. Ban depan lebih berfungsi sebagai Steering atau penentu arah gerak. Sedangkan ban belakang sebagai penerus perpindahan daya ke gerak, menjadi traksi sangat dibutuhkan. Makanya pattern didesain lebih bisa menggigit. Selain itu, biasanya berat dan jenis kembangan ban depan dan belakang biasanya akan sedikit berbeda.
Biasanya pada ban juga terdapat petunjuk yang menerangkan beban maksimum yang dapat ditahan oleh ban tersebut. Seperti MAX. LOAD 375 LBS AT 32 P.S.I. COLD yang artinya ban tersebut mampu menahan berat maksimal sampai 375 Lbs atau sekitar 170 Kg ( 1 Lbs = +450 gr ) pada tekanan angin 32 psi dengan kondisi ban dingin (tidak dipakai).
Selain symbol - symbol yang diatas, masih ada juga beberapa simbol seperti tulisan:
Tubeless atau Tube Type.
Untuk ban dengan tulisan Tube Type, sangat dianjurkan penggunaan ban dalam. Meskipun sekarang banyak yang menawarkan ban tipe ini bisa dirubah menjadi type Tubeless. Hal ini dikarenakan susunan bahan pembuat ban Tubeless dan ban Tube Type berbeda.
Selain itu ada symbol berupa Garis Warna pada Kembangan Ban.
Warna garis ini bisa berbeda pada tiap pabrikan, bisa Merah, Biru, Hijau, Kuning, Putih. Menandakan ban tersebut masih baru atau belum dipakai.