Yamaha Cup Race (YCR) Seri Bangka Belitung
Menghibur Mulai Dari Start Hingga Finish
21/08/2010 15:55SportAuthor: Awan SB

Yamaha Cup Race (YCR) 2010 memasuki seri ke lima, kali ini ajang balap motor sesama pabrikan Yamaha ini, di gelar di ibu kota Provinsi Babel, Pangkal Pinang (19-20/06). Semangat memperkenalkan potensi Provinsi ini kepada pihak luar, sangat serius dilakoni Pemda setempat. Sampai-sampai beberapa pejabat Pemda turun gunung, untuk memeriahkan bahkan ikut andil. pada gelaran YCR yang diselenggarakan di Kawasan Terpadu Pemprov Bangka Belitung.
Dalam ajang ini dihadiri Drs. H. Zulkarnaen Karim, MM (Walikota Pangkal Pinang) dan H. Hardi. SH (Sekda Kota) sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap ajang YCR. "Sebagai provinsi yang terbilang baru, tentu kami terus berbenah diri, salah satunya pada sektor pariwisata, kepemudaan dan olahraga. Saya dan masyarakat Babel sepakat menjadikan pilar olahraga sebagai salah upaya memperkenalkan provinsi ini kepada pihak luar. Melalui ajang balap setingkat Yamaha Cup Race, diharapkan akan muncul bakat-bakat pebalap yang mampu berbicara banyak di tingkat Nasional bahkan Internasional. Untuk itu, dengan resmi ajang YCR seri Sumatera ini kami nyatakan di buka," papar Zukarnaen dalam sambutan pembukaan.
Kontribusi Pemda Babel
Komitmen Pemda setempat untuk memajukan dunia Olahraga, bukan hanya isapan jempol belaka. Dari delapan kelas yang dilombakan, dua kelas balap diantaranya di sponsori dan memperebutkan hadiah, plakat serta uang pembinaan, yang masing-masing diberikan oleh Gubernur Babel (kelas 2 Tak) dan Wali Kota Pangkal Pinang (Kelas Jupiter MX). Tentu komitmen dan bukti nyata ini, menjadi contoh yang baik bagi pemda-pemda lainnya.
Uniknya, YCR yang diadakan di areal gedung DPRD pangkal Pinang dan didalamnya mengikut sertakan berbagai kegiatan lain seperti: upacara tumpeng, free style, kontes safety riding dan kontes motor adu lambat yang diikuti oleh komunitas/klub motor Yamaha wilayah Babel. "Acara ini selain olahraga juga bersifat hiburan, sehingga unsur-unsur menghibur harus tetap ada," ungkap Denny, Panitia pelaksana YCR.
Selain terkenal sebagai Provinsi penghasil timah, Babel juga terkenal dengan ramah tamah masyarakatnya. Tidak perlu berbicara keras kepada mereka, cukup satu kali teguran, mereka sudah mengerti dan tertib lagi. Itulah sedikit catatan mengenai pengunjung YCR seri Sumatera yang kebetulan diadakan di area terbuka, namun pengunjung dapat antri dan tertib menyaksikan perlombaan hingga usai acara.

Kontestan Balap Meningkat
Tahun ini jumlah peserta balap yang berasal dari wilayah Babel dan sekitarnya mengalami peningkatan, alhasil sampai hari terahir setelah kualifikasi, tercatat ada 140 starter, 84 pebalap, 1 kelas lokal (2 Tak) dan 7 kelas resmi yang diperlombakan. Aroma kompetisi super ketat, tentu saja menjadi warna tersendiri semenjak pluit pertama di dengungkan. Persaingan adu gengsi pebalap lokal dengan pebalap dari kawasan wilayah Sumatera lainnya, menjadi ajang pembuktian siapa yang terbaik. Apalagi komposisi pebalap lokal kini mencapai 70% dari pebalap luar Babel.
Secara umum lintasan yang digunakan untuk balapan ini, di dominasi trek lurus. Namun sekalinya di trek menikung, pebalap harus memiringkan badannya untuk melahap lintasan tikungan. Momen ini tentu sangat menguntungkan pebalap lokal Babel yang sudah lebih dulu mengenal daerahnya. Turun dengan skuad penuh, pebalap-pebalap lokal mampu bersaing dengan pebalap yang sudah memiliki jam terbang tinggi dari wilayah Sumatera lainnya. Padahal, pada babak kulifikasi, hanya beberapa pebalap lokal yang mampu bersaing dengan pebalap non Babel. Nyatanya pada hari-H tidak ada yang mulus menjadi pemenang. Serangkaian jatuh, terpleset hingga tabrakan menjadi warna yang khas dari balapan ini.
Endot Maksimal
Adalah Endot Baday Haryanto, yang mampu tampil maksimal, pebalap asal kota Pangkal Pinang ini selalu naik podium di enam kelas yang dilombakan. Puas menaiki podium satu di kelas Bebek 4 110 cc 2 Langkah Standar Open dan kelas Jupiter MX. Endot mampu naik podium tiga masing - masing di kelas Bebek 115 cc 4 Langkah Tune Up Pemula dan kelas Bebek 125 cc Langkah Tune Up Open. Setelah itu disusul naik podium dua dan lima berkat kecemerlangannya mengatur ritme tempur pada kelas Bebek 125 cc 4 Langkah Tune Up Pemula dan kelas Bebek 115 cc 4 Langkah Tune Up Open. Alhasil kerja keras Endot di bayar lunas, salah satunya berhak membawa pulang Yamaha Mio yang dipersembahkan oleh main dealer Yamaha. "Kemenangan ini milik semua. Baik Yamaha, tim maupun penggemar yang telah memberikan semangatnya untuk saya, semoga ini menjadi momentum kebangkitan dan munculnya pebalap dari Babel ini," tutur Endot.
Kepedulian Yamaha terhadap dunia olahraga di Indonesia terus dibuktikan, salah satunya melalui event Yamaha Cup Race. Bukan hanya adu cepat saja, teknik, power ketangguhan tim dan mekanik semuanya dilatih ke arah pebalap profesional, sehingga lahir sebagai pebalap sejati yang mengharumkan nama bangsa, sekaligus menciptakan entertainer di lapangan balap. Itulah sebabnya YCR kehadirannya banyak dan dinanti masyarakat luas, karena kiprahnya membangun generasi muda berprestasi sejak dulu, kini dan nanti.
Foto Terkait









