ANATOMI KECELAKAAN
Mengulas Cedera Pengendara Sepeda Motor
18/08/2010 17:45FeatureAuthor: MotoDream

"Ah enggak seru!" kata seorang penggemar Rossi. Mukanya kecut setelah mendapat kabar kalau Valentino Rossi atau "The Doctor" terpelanting dan patah tulang kering kanan saat sesi latihan di Mugello, Sabtu (5/6).
Bukan cuma dia pastinya yang kecewa pada hal ini. Para penggemar lainnya punya rasa yang sama, apalagi ketika media-media peliput MotoGP melontarkan perkiraan-perkiraan mengerikan bahwa Rossi mungkin tidak akan ikut pada tiga hingga empat balapan selanjutnya.
Kecelakaan bagaimanapun memang tidak bisa dihindari. Hal itu tentu berlanjut dengan cedera. Padahal kita sama-sama tahu, kostum balap dibuat dengan perhitungan yang presisi sehingga seorang pebalap bisa aman dari cedera. Nah, jika pebalap tetap saja cedera walau sudah mengenakan segala perlengkapan yang aman, perhitungan-perhitungan profesional, dan lainnya, maka bagaimana dengan mereka yang teledor atau tidak peduli dengan keamanan diri sendiri kala menunggangi sepeda motor?
Sepeda motor sebagai kendaraan roda dua memang sangat diandalkan. Dengan dua orang menumpang, sepeda motor bisa dikendarai melalui jalur-jalur dengan dimensi yang sempit, sekalipun itu adalah gang. Tanpa makan tempat, pengendara sepeda motor secara individual bisa leluasa dan fleksibel bergerak ke mana pun mereka ingin menuju suatu tempat. Segalanya pun semakin mudah kala sepeda motor bertransmisi otomatis semacam Mio diciptakan.
Namun, segala kenikmatan itu punya konsekuensi. Kalau si pengendara serba tidak mau tahu terhadap lalu lintas, tidak peduli terhadap pengendara lain, dan buang muka terhadap keselamatan, semua bagian tubuh dari pengendara, juga pembonceng jika ada, adalah sasaran empuk dari setiap kecelakaan.
Gegar otak, cedera pada dagu, persendian kaki, tangan pinggul, lutut, dan lainnya; jari, leher, kulit sobek, urat sobek, dan lengan bagian atas adalah sekian poin yang tercatat dalam sebuah daftar mengenai anatomi tubuh yang sering terluka selama kecelakaan.

Catatan teknis yang tak terhingga
Dalam sebuah catatan seorang pemerhati keselamatan berkendara yang menamai dirinya SaveDriver, kecelakaan kendaraan bermotor terbagi dalam tiga cakupan kerusakan. Yang pertama, kerusakan kendaraan. Lecet, baret, spion patah, sepatbor remuk, dan lain sebagainya merupakan bagian dari kerugian riil atau kebendaan akibat kecelakaan.
Kedua, cedera pengendara dan penumpang. Ketika kendaraan bergerak dalam suatu kecepatan dan kemudian terjadi benturan tiba-tiba, pengendara dan penumpang sebenarnya masih dalam kecepatan yang sama sampai akhirnya mereka membentur sesuatu. Semakin cepat kendaraan dan semakin keras benturan, semakin keras pula benturan pengendara dan penumpang ke benda yang menghentikannya, misalnya setang, kaca depan, kendaraan lain, atau aspal.
Ketiga, tak hanya tubuh yang baru berhenti jika mengalami benturan, tetapi juga organ-organ di dalam tubuh si pengendara atau juga si pembonceng. Soalnya, organ-organ tubuh, misalnya otak atau jantung masih berada dalam kecepatan yang sama, seiring kecepatan tubuh dan kecepatan sepeda motor. Kalau poin kedua tadi hasilnya adalah luka luar, pada poin ketiga ini, kecelakaan juga berarti menimbulkan luka dalam. Organ otak, misalnya, yang tadinya sedang berada dalam sebuah kecepatan, baru berhenti jika membentur sesuatu, yaitu tengkorak.
Karena ada pertimbangan organ dalam yang ikut dalam kecepatan yang sama inilah, pada tahun 1960-an, sebuah boneka untuk tes tabrakan dipasangi semacam bola pemberat di dalam kepalanya untuk mengetahui hukum fisika, hukum alam, terhadap sebuah kecelakaan. Sejak saat itu, para ahli pun membuat catatan teknis yang jumlahnya tak terhingga karena kecelakaan terjadi dan terjadi lagi.
Sebelum boneka, Mary Ward adalah korban manusia pertama yang secara tidak langsung menjadi bahan uji coba dalam sebuah kecelakaan. Bukan motor, apalagi mobil, Ward pada 1869 terpental dan meninggal dunia dalam sebuah uji coba kendaraan bermesin uap. Bisa dilihat kan? bahkan kendaraan mesin uap yang lamban itu bisa menghilangkan nyawa seseorang.
Motodream juga pernah membicarakan TE Lawrence yang pada kemudian hari menginspirasi lembaga dan penemu untuk membuat helm yang lebih baik dan regulasi mengenai wajib memakai helm. Kepala memang bagian vital dari tubuh manusia. Untuk itu pula, helm adalah sesuatu yang tidak boleh sama sekali diabaikan.
Tak cuma kepala, tungkai tangan dan kaki tidak kalah penting. Bagian inilah yang sering terkena cedera dan sebagian besar membutuhkan pertolongan pertama yang tepat. Di negara maju, agar pertolongan pertama itu tepat, pengendara, pembonceng, atau orang lain yang berhadapan langsung dengan kecelakaan ini setidaknya bisa memberi tahu pihak medis mengenai jenis patah tulang.
Sebuah media medis, Mayo Clinic, membaginya ke dalam beberapa bagian. Pertama, patah terbuka. Dalam kondisi ini, tulang mematah ke luar sehingga melukai kulit dan syaraf serta berdarah. Di sini, infeksi adalah hal pertama yang perlu diperhatikan.
Selanjutnya ada patah dalam. Dalam hal ini, patahan tulang tidak menyembul keluar sehingga hanya menimbulkan semacam memar. Adapun patah lengkap adalah ketika tulang patah menjadi dua, sedangkan patah tak lengkap adalah ketika tulang hanya retak atau lebih dari itu, tetapi tidak terbagi dua. Ada pula patah tak pada tempatnya atau tulang bergeser dari posisi semula dan patah berfragmen yang berarti tulang patah menjadi beberapa bagian.
Terakhir, ada jenis patah yang diistilahkan dengan patah "green stick". Patah ini diibaratkan ketika kita mematahkan batang kayu kecil yang subur sehingga batang tersebut patah tapi tidak seluruhnya. Ini biasanya terjadi pada anak kecil karena tulang mereka cenderung lunak jika dibandingkan dengan tulang orang dewasa.
Mudah-mudahan ulasan kecil di atas bisa menjadi perhatian bagi kita semua para pengendara sepeda motor. Pasalnya, setelah Ward dan TE Lawrence, 20 juta kasus kecelakaan terhitung terjadi di seluruh dunia. Angka ini secara hukum alam akan bertambah seiring makin tidak hati-hati dan semakin lalainya manusia dalam mengendarai kendaraan bermotor. Nah, jangan biarkan nama kita terhitung sebagai angka dan masuk dalam daftar tambahan tersebut.