Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.
Misi pertama seorang manager tim adalah menyatukan beragam latar belakang dan budaya. Setelah itu, semua komponen tim dibawa pada satu visi yaitu, mengantarkan tim sebagai juara di dalam maupun di luar lapangan. Meski berangkat dari tim balap yang kurang diperhitungkan alias “si kuda hitam”.
Rizza Miftah Syahid membuktikan dirinya layak menjadi manager tim from zero to hero. Eksistensi tim Yamaha Yamalube SND KYT FDR menjadi proyek pertama bagi manager dengan julukan Cau ini. Ibaratnya, kalau membesut tim yang sudah jadi, mungkin tidak banyak teknik dan lain-lain yang harus diperhatikan. Tapi, SND adalah tim under dog dengan kontrakultur budaya antara pembalap dan mekanik yang berbeda. Inilah tantangan besar Cau dalam melahirkan generasi juara.
Materi pembalap tim SND didominasi Urang Sunda, sedangkan pembesut dapur pacu alias mekaniknya kebanyakan Wong Jawa. Perbedaan budaya Itulah yang menjadi misi pertama Cau, semenjak mojang kelahiran Bandung, 24 Agustus 1982 itu di dapuk menjadi manager tim. “Saya mengajak semua komponen tim bukan hanya dengan perkataan tapi dengan perbuatan.
Maka itu, saya harus melebur ke seluruh personil tim terutama pembalap dan mekanik untuk mencari tahu kepribadian dan kesehariannya. Saking akrabnya, urusan cewe, rumah tangga dan “hal-hal ringan tapi penting” lainnya mereka sudah biasa curhat ke saya” jelas Cau.
Setahun kepemimpinannya di SND, Cau bukan mengejar prestasi dan kualitas tim, tapi membangun dasar saling menghormati dan rasa tanggung jawab masing-masing pelaku yang ada di tim sesuai pekerjaannya. Dua tahun berikutnya meletakkan dasar komitmen untuk melangkah bersama sebagai team work, dan lagi-lagi bukan pretasi yang kejar.
Tiga tahun berikutnya Cau mulai mengekspansi kesiapan timnya kepada media dengan berbagai kompetisi yang dilakoni SND. “Basic saya organisatoris salah satu komunitas kreatif pabrikan rokok. Saya banyak belajar dari situ” papar mojang ber titel SH (Sarjana Hukum) itu.
Juara MP1, MP2 dan MP4
Terbukti sepanjang kompetisi 2010, tim SND yang sempat mendapat julukan under dog, mampu mencuri perhatian penikmat tontonan balap dengan menjuarai tiga juara sekaligus yaitu MP1, MP2 dan MP4. Tilik punya tilik dasar kepemimpinan yang diterapkan Cau, andil besar membentuk kekompakkan tim untuk tampil sebagai juara.
Cau mengakui, awal kompetisi 2010, timnya baru saja melangkah dari kelas regional menuju kelas balap nasional. Tak heran perlu adaptasi dari awal hingga pertengahan musim, sebelum akhirnya penampilan tim SND kembali ke jalur juara di putaran akhir kompetisi.
“Persaingan tim tahun lalu cukup keras. Datang sebagai tim “kuda hitam”, SND kurang diperhitungkan oleh lawan lawan kami. Namun akhirnya prestasi menjawab, kami dapat melenggang mulus di seeded. Persaingan yang sangat alot justru kelas pemula (MP3 dan MP4), beruntung dengan konsistensi tim, pembalap kami, Fathirin, keluar dari tekanan di akhir seri dan menjuarai MP4” jelas Cau.
Kompetisi semakin tahun semakin ketat. Apalagi tahun ini persaingan keras bukan hanya datang dari sesama tim Yamaha, tim pabrikan lain sudah pada posisi on fire merebut mahkota juara balap nasional. Bagaimana kesiapan tim SND? “Target di tahun ini tidak muluk muluk, Saya berharap pada pembalap–pembalap SND bermain lepas untuk pertahankan gelar.
Khusus untuk pemula saya akan buat kejutan meski labelnya tim “kuda hitam”. Sedangkan di kelas seeded, melalui Asep Kancil Maulana kami pasang target 3 besar. Tujuanya biar adaptasi terlebih dulu mengingat kami masih baru di kejuaraan seperti Indoprix ini” tutup Cau.