Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.
Meski kalah, pasukan muda Yamaha Indonesia tetap sportif mengakui kekalahan dari lawan mainnya. Adalah IFA (Indonesian Football Academy) tim yang berhasil membenamkan pasukan Yamaha saat laga final Invitasi Sepakbola Usia Muda U-14 Piala Menpora di lapangan Sumantri Brojonegoro, Jakarta (21/01).
Uniknya laga ini adalah pertemuan kedua antara pasukan muda Yamaha Indonesia dengan IFA. Saat babak penyisihan, kala itu pemain Yamaha yang sudah dipastikan bakal juara grup, berhasil menahan imbang IFA yang sedang berjuang untuk tetap melaju berkompetisi.
Di final ini kedua tim tersebut bertemu lagi. Tentu masing-masing tim dengan determinasi tinggi ingin menjadi juara pertama bukan runner up. “Meski peluangnya 50-50. Apalagi para pemain kami banyak yang cidera. Kami tetap optimis bisa mengikuti irama permainan mereka” papar Rahmat, pelatih Yamaha Indonesia U-14, sesaat sebelum laga di mulai.
Laga yang di gelar 1 jam penuh ini. Terus diguyur rintik-rintik hujan. Praktis lapangan jadi becek, sehingga para pemain banyak yang terpeleset saat mengejar bola. Kondisi ini tak urung menggejot stamina extra bagi kedua finalis tersebut.
Dewi Fortuna Belum Berpihak
IFA berhasil mencuri poin di babak pertama lewat gol yang dihasilkan oleh Ichsan Hari Kurniawan. Dukungan tuan rumah Jakarta yang terus menyemangati pasukan muda IFA. Seolah menjadi pemain ke 12 tim tuan rumah. Tapi, anak-anak pelosok yang tergabung dalam tim Yamaha selection juga bermain sangat apik dalam mengkoordinasikan permainan.
“Kami bermain sangat rapi. Sayang dewi fortuna belum berpihak pada pasukan kami” ujar Jabon Abdullah, pelatih Fisik tim Yamaha.
Setidaknya pasukan Yamaha berhasil menciptakan 3 peluang gol di babak pertama dan 5 peluang lagi di babak kedua. Lawan pun tak kalah gesit menciptakan peluang-peluang emas. Pasukan IFA yang didominasi bek-bek berpostur tinggi, tak kenal kompromi membendung bola-bola atas pasukan Yamaha.
Lantas apa yang terjadi? Passing football yang diarahkan coach pun dijalankan oleh semua pemain. Permainan kolektif tim Yamaha pun cukup bagus. Ternyata faktor kelelahan setelah tadi pagi menjalani laga semi final, rupanya salah satu faktor kegagalan pasukan Yamaha.
“Tadi pagi saat semi final pasukan kami harus bertempur denga perpanjangan waktu. Hal ini juga yang berpengaruh pada stamina para pemain” jelas Rahmat seusai laga.
Penyemangat
Kegagalan ini jelas di sesali pelatih, pemain dan official tim. Untungnya, disaat seperti ini, tampil penyemangat dari kubu Yamaha-nya secara langsung yang berkesempatan menyaksikan laga. Setidaknya menjadi obat penghibur anak-anak Yamaha yang sedang meratapi kekalahannya. Maklum, meski sudah berumur 14 tahun. Tetap saja mereka anak-anak. Imam Ghazali Rustam contohnya. Kapten dari tim Yamaha ini, terlihat sangat menyesal sekali bahkan menangis tak bisa membawa timnya juara. Apalagi dia sempat di kartu merah saat menjelang akhir waktu permainan.
“Kalian sudah bermain sangat baik. Menang dan kalah soal biasa, yang penting sportifitasnya. Ayo dong bersemangat lagi seperti tadi sebelum laga” hibur Paulus S Firmanto, GM Promotion dan Motosport PT. YMKI. Yang kemudian di jawab canda tawa kecil anak-anak.
“Kegagalan hari ini, mari dijadikan pengalaman untuk terus berlatih lebih giat lagi. Karena kalian adalah wajah sepakbola Indonesia mendatang. Jadi terus semangat dan pantang menyerah” ungkap Paulus lagi.
“Terimaksih atas pengertiannya Pak. Kami akan berjuang lebih keras lagi di kompertisi mendatang. Yamaha Bisa!!!” jawab anak-anak serentak.



