Gannet Garna Putra
"Perjalanan komunitas itu memang berliku"
19/08/2010 16:28Moto CommunityAuthor: Ridho / Bayu
Komunitas yang dideklarasikan tahun 2004 silam memang sempat tertatih-tatih dalam perjalanan menuju sebuah eksistensi. Tidak jarang, anggota 'menyeberang' ke komunitas sepeda motor lain lantaran tawaran produk lain.
Namun, berkat kegigihan seorang Gannet Garna Putra, komunitas yang berdiri tanpa aturan dan AD/ART ini sukses bertahan. Anggota komunitas yang terus menyusut, dari awalnya 20 orang menjadi 10, tidak menyurutkan langkan lelaki kelahiran Surabaya ini untuk tetap membangun komunitas motor yang belakangan semakin jarang ini.
"Berat mas, selama perjalanan komunitas ini memang berliku. Walau demikian, saya tidak mengikat mereka dengan aturan-aturan rumit. Saya bebaskan mereka jika memang mau bertahan silahkan dan jika sudah bosan boleh pergi," terangnya, ditemui di Puri Kembangan, belum lama ini. Dalam perjalanannya, memang tidak sedikit anggota yang keluar masuk. Namun demikian, Gannet selalu berusaha untuk tetap menjaga persahabatan dan kerap nongkrong bareng walau sudah beda tunggangan.
Lelaki pecinta semua motor Yamaha ini mengaku lebih menyukai varian matic. Alasannya, rutinitas masyarakat yang menggunakan kendaraan menjadikan jalanan macet. Karena itu, matic menjadi solusi cerdas untuk menghadang kemacetan. Gannet tidak setuju dengan ungkapan segelintir orang yang mengatakan bahwa pengendara motor matic adalah 'banci'. Menurutnya, motor matic Yamaha sangat membantu Motobikers untuk mengurangi pegal-pegal dan capek saat berkendara dalam keadaan macet. "Saya memang suka dengan semua varian motor Yamaha. Namun saya lebih suka dengan produk matic untuk menghindari kelelahan saat macet mendera. Orang-orang selalu bilang mengendarai matic tidak gagah, banci dan sebagainya, tapi menurut saya masyarakat tidak mengerti dan kurang bisa mensiasati jalan Jakarta yang macet," imbuhnya dengan raut muka serius.
Walau Majesty terbilang jarang namun tekadnya sudah bulat untuk melestarikan motor tersebut. Sebagai lelaki yang bekerja sebagai karyawan ini mengaku, di Indonesia Majesty hanya menyisakan 65 unit, sisanya motor merek lain. Selain itu, anggota Majesty memiliki latar belakang yang beragam. Mulai dari pengacara, guru, dosen, musisi, mahasiswa hingga pelajar. Selain itu, Gannet juga bangga dengan semua matic rilisan Yamaha. Pasalnya, selain desainnya keren, hanya Yamaha satu-satunya yang tidak menyusahkan. Walau aki dalam keadaan mati (soak), namun motor tetap bisa dikendarai. Pasalnya, matic Yamaha menyediakan kick starter untuk mengantisipasi saat aki tidak berfungsi.
Untuk terus merangkul anggota, pemilik hobi traveling ini mengaku kerap mengajak Motobikers penunggang Majesty untuk refresing. Kawasan Puncak, Bogor dan Bandung kerap disambangi demi mendinginkan otak dan menyusun rencana demi kemajuan komunitas ini. Gannet mengaku, eksistensi komunitas Yamaha Majesty memang bukan hanya karena sentuhan tangan dinginnya. Mustahil semua berjalan lancar tanpa dukungan anggota. Karena itu, walau pemilik Majesty hanya menyisakan 4 orang, namun Gannet tidak patah arang untuk tetap kumpul bareng antara pemilik Majesty. "Kita akan tetap kumpul walau pemilik Yamaha Majesty hanya tinggal empat orang. Itu artinya kita suka dan memang cinta dengan motor ini. Selain itu, saya juga sangat menyayangkan dengan banyaknya komunitas motor belakangan. Mengapa mereka tidak meleburkan diri menjadi satu dan otomatis akan semakin solid," pungkasnya.
GANNET FACT :
Nama : Gannet Garna Putra
Tempat/Tgl Lahir : Surabaya, 13 April 1970
Pekerjaan : Karyawan
Jabatan : Humas Majesty Indonesia
Gabung Majesty : 2004
Pebalap Idola : Valentino Rossi
Hobby : Semua olahraga air dan traveling