Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.
Herve Poncharal selaku Manager Tim Yamaha Monster 3 memiliki cara sendiri untuk menyampaikan rasa kagumnya terjadap Jorge Lorenzo. Di mata Poncharal, Lorenzo telah membuat perbedaan kelas diantara pembalap lainnya.
Sirkuit Mugello, Italia (03/07) menjadi saksi militansi Lorenzo. Berangkat dari grid kelima, Lorenzo terus membuntuti Stoner tanpa kenal lelah hingga mampu menyalipnya di lap-lap akhir.
Sayangnya kemenangan Lorenzo yang berarti kemenangan Yamaha Racing Factory, kurang berimbas positif terhadap tim satelit Yamaha Monster 3. Edwards tidak bisa konsisten di posisi grid keenamnya dan harus rela nangkring di posisi sembilan. Pun begitu dengan Cal Crutchlow, pembalap debutan Yamaha satelit ini harus mengahiri balapan setelah lap keenam karena ada sedikit masalah dengan koplingnya.
”Ini bukan hari yang baik untuk kita. Sejak awal membalap, pilihan menggunakan ban adalah pilihan judi karena sebelumnya kita belum mendapatkan data secara akurat. Cal dan Edwards menggunakan tipe ban depan keras, belakang medium. Tapi justru itu kesalahannya, karena cuaca panas sekitar 50 derajat kurang cocok untuk ban belakang. Belum lagi ditambah masalah yang didapati Cal dimana dia berhenti balapan, karena masalah koplingnya” jelas Poncharal, dikutip dari Yamaha Racing (Senen, 04/07).
”Tapi, itu semua tidak mengurangi rasa kagum saya terhadap Yamaha dan Lorenzo. Tidak banyak pembalap yang mampu mengambil sudut kecil untuk menyalip Stoner, dan Lorenzo buktikan itu semua, bahwa dialah pembeda”
”Saya melihat sudah dua kali ini YZR M1 menemukan set up-nya. Semoga sesegera mungkin kami akan mendekati kearah sana” sambung Poncharal.