Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.
Dunia balap kehilangan salah satu putra terbaiknya. Terbaik karena tanpanya, persaingan keras menjadi juara dunia MotoGP akan terasa hambar, kurang greget, nggak keras, minus hiburan aksi menegangkan dan sederet istilah lainnya. Selamat jalan kawan, Rest in peace Marco!
Sebagai lelaki Italia yang sudah melahirkan ratusan pembalap terbaik, Marco Simoncelli adalah satu dari jutaan anak-anak Italia yang bercita-cita menjadi pembalap profesional, seperti para legendanya sebelumnya. Marco Simoncelli lahir di Cattolica, Rimini, Italia, 20 Januari 1987. Pembalap berjulukan Super Sic karena gaya balapnya yang cenderung kasar dan nekad itu mengawali karir balap profesional ketika berumur 9 tahun di ajang lokal yaitu Italian Minimoto Championship. Disini talentanya semakin berkembang dan terasah dengan sangat baik.
Tahun 2001 kedua orang tuanya mendapat dukungan yang baik dari beberapa pihak untuk melanjutkan karir balap Simoncelli di ajang European 125cc. Tidak lama bagi Simoncelli, sebab setahun kemudian Si Kribo mengukir prestasi sebagai juaranya untuk kemudian mentahbiskan dirinya layak bertempur di ajang MotoGP. Pada tahun 2002 ia kemudian memulai karirnya di ajang MotoGP 125cc. Selang tiga tahun kemudian (2005) Simoncelli naik kelas di 250cc. Dikelas ini bakat balapnya semakin matang hingga tahun 2008 mampu mengantarkan tim Gilaria meraih juara dunia pada tahun 2008 di Sirkuit Sepang, Malaysia. Hasil ini membuat tim Gresini sebagai partner tim "orange dari Jepang" tertarik untuk "diservisnya" hingga kesempatan itu datang di tahun 2010.
Awal Karir di MotoGP
Tidak percuma Gresini meminang Simoncelli, gaya balapnya yang cenderung kasar, membawa nama Gresini disegani di dunia balap. Tentu bukan karena itu saja, sebab Simoncelli menyimpan potensi yang sama besarnya dengan Rossi yang sudah mengantongi tujuh kali juara dunia. Akhir 2010 Simoncelli layak mendapat nominasi rider terbaik, bahkan dirinya optimis ketika regulasi MotoGP berpindah ke 1000cc di tahun 20102, Simoncelli optimis mampu mengukir prestasi apik karena di dukung pengalaman dan postur tubuhnya yang lumayan tinggi.
Sayang, saat menjalani seri ke-17 dari 18 rangkaian MotoGP 2011 yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia (23/10) Dimana di sirkuit ini Simoncelli mengenyam juara dunia kelas 250cc, di sirkuit ini pula Simoncelli meninggal dunia atas kecelakaan yang menimpanya. Kejadiannya persis ketika balapan memasuki dua lap dari 20 lap yang dijadwalkan. Tiba-tiba saja saat menikung di sektor dalam, setelah sebelumnya Simoncelli terlibat persaingan seru dengan adu salip dengan Herctor Barbera, Simoncelli lantas kehilangan kendali dan jatuh kearah kanan dan menyisir sudut tikungan.
Edwards dan Rossi yang saat itu ada dibelakangnya, tidak kuasa menahan laju rem dan kemudian braaak…! Tabrakan beruntun tak terhindarkan lagi. Melalui tayangan video yang banyak tayang di internet dan dilihat dari berbagai angle. Setelah jatuh Simoncelli membenturkan badannya ke motor Edwards, sementara kepalanya nyasar ke motor Rossi. Edwards akhirnya terjatuh juga dan dinyatakan cidera ringan, Rossi beruntung mampu menyeimbangkan lagi sepeda motornya meski keluar jalur lintasan, sedangkan Simoncelli tidak tertolong lagi, bahkan helm yanga dikenakannya sampai terlepas sebagai gambaran kerasnya benturan yang terjadi antara ke tiga pembalap itu. Atas kejadian ini red flag dikibarkan dan pertandingan dihentikan. Tidak berapa lama kemudian tim medis menyatakan Simoncelli meninggal dunia.
"Saya sangat sedih hari ini mengetahui teman karibku meninggal dunia di lintasan. Kepada semua orang yang mencintainya, terutama keluarganya saya sampaikan belasungkawa mendalam" ungkap Dovizioso, calon pembalap 1000cc tim satelit Yamaha 2012, dengan nada sedih.
Sementara itu rival sekaligus teman Simoncelli di lintas balap dari tim Yamaha Factory Racing, Jorge Lorenzo juga mengungkapkan kesedihannya atas meninggalnya Simoncelli yang sempat membuat Lorenzo hampir gagal meraih mahkota juara dunia 2010. Sama-sama keras di lintasan, namun di luar itu keduanya saling menghormati. "Kau akan dirindukan selalu. Beristirahatlah dengan tenang, Marco," tulis Jorge Lorenzo dalam akun Twitter-nya.
Rest In Peace Marco!