Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.

Masyarakat seharusnya mampu membedakan geng motor dengan club atau komunitas motor. Sangat bertolak belakang memang aktivitas yang dilakukan keduanya. Jika geng motor tenar dengan aksi anarkis dan pembuat keonaran, tidak demikian dengan club atau komunitas motor. Berbagai kegiatan positif kerap dila...
Tak percuma mendapat julukan klub motor penyengat jalan layaknya tunggangannya. Ayo, coba tebak apa namanya? Yup! Yamaha Scorpio Club (YSC). Bicara solidaritas sampai kretaifitas jangan ragukan klub motor ini. Sebab, YSC berjalan tidak melulu soal touring, kopdar dan seabreg dunia bikers lainnya.
Aktifitas nyatanya sebut saja pembuatan Arm Relay untuk mengatasi masalah shockbreaker Scorpio. Mari tengok ke belakang. Setelah melalui riset sendiri yang panjang dan lelelahkan, akhirnya temuan anak-anak YSC ini sukses jaya diproduksi sampai sekarang.
“Masalah yang sering timbul pada Scorpio salah satunya shockbreaker yang suka terbenam. Untuk itu kami dari YSC mengadakan riset untuk mengatasi masalah ini,” buka Andrian, Bikers YSC yang akrab disapa Aki, karena termasuk yang dituakan di YSC Jakarta Timur. ‘
“Kira-kira riset selama 3-4 bulanan lah. Sudah bongkar segala macam yang ada. Setelah cukup yakin dengan apa yang kita temukan, kemudian bro Joe membuat arm relay hasil temuan anak-anak YSC dan dilebeli nama BR, kepanjangan dari Black Rose” sambung Aki.
Masih menurut Aki, tiga tahun berjalan dan produk ini ramai digunakan pengguna motor Scorpio, selama itu pula jarang sekali adanya komplain. Arm Relay sendiri sejatinya sudah banyak beredar di pasaran. Bedanya arm relay made in YSC menggunakan klakher bambu. sehingga lebih awet dan mudah perawatanya, sementara yang banyak beredar di pasaran menggunakan klakher kuningan yang mudah sekali rusak.
“Pastinya arm relay made in YSC lebih awet dan mudah perawatannya. Memang soal harga agak sedikit mahal kisaran 200 ribu plus ongkos pasang 35 ribu. Tapi kualitasnya presisi banget jadi minim komplain,” papar Jenong, mekanik bengkel R & B Jl. Raden Inten II No 5, Duren Sawit, Jaktim.
“Disamping itu perawatannya juga mudah. Pastikan servis setiap 2-3 bulan sekali untuk penggantian gemuk. Sehingga nyaman digunakan dimanapun juga” sambung Yulianto, rekan Jenong.
Bagaimana jika ada bradercis luar kota yang mau pesan? “Iya, sudah sering kami melayani kawan bikers yang ada di luar daerah. Gampang saja telepon dimari 0813 14 06 44 72 atau kontek-kontekan melalui MotoDream juga boleh” tutup Andrian “Aki”.
Mantab bro!