Didi Jagger
Saksi Hidup Yamaha Cup Race
19/08/2010 11:54Cover StoryAuthor: Awan SB
"Untuk pebalap yang sudah pada posisi bagus, jangan sampai anda melakukan kesalahan sekecil apapun. Perhatikan aba-aba lampu, jika tidak disiplin, anda akan mendapatkan sanksi," seru lelaki gaek ini. Motobikers kenal ini kalimat suara siapa? Jika Motobikers salah satu peserta balap atau penonton setia Yamaha Cup Race (YCR). Pasti Motobikers akan sangat mengenal kalimat suara ini.
Suaranya begitu nyaring dan khas, notasinya juga pas. Gayanya yang unik dengan rambut gondrong ala Mick Jagger, menjadikan bapak yang ternyata sudah berumur 61 tahun ini, tetap dipercaya Yamaha Racing Indonesia sebagai MC di setiap kegiatan Yamaha Cup Race. Dialah Didi Jagger pemilik nama asli Didi Effendi.
Bapak yang mempunyai empat orang anak ini, tak segan-segan menegur penonton yang menyerobot pagar pembatas atau bahkan menegur rider yang tidak tepat waktu datang ke sirkuit. "Jangan main-main dengan kami, jika telat sampai beberapa detik saja, kami akan mendiskualifikasi Anda." Begitu ungkap Didi yang peduli dengan perilaku disiplin pembalap.
Namun pada kesempatan lain, bapak yang juga mantan pembalap Motocross era 70-an ini, sering mengajak penonton untuk berdendang bersama atau sekedar menimpali musik pengiring balap. Apalagi kalau musiknya Rolling Stone yang digawangi Mick Jagger atau hits grup band Europe, "The Final Countdown" yang biasa diputar pada sesi akhir acara.
Awal Karir
Karirnya di dunia MC untuk event YCR, juga bukan seumur jagung. Dari tahun 1982, bapak yang mengaku doyan kuliner asli Indonesia ini, sudah malang-melintang di dunia MC pada berbagai event balap umum. Dari situ nama Didi Jagger mulai banyak dikenal oleh berbagai kalangan balap. Pada tahun 1989, Didi Jagger di percaya YamahaRacing untuk menjadi pembawa acara di setiap kegiatan YCR. "Karir saya di YCR sudah 21 tahun, pahit-manis sebagai orang lapangan, sudah cukup saya alami semua." Begitu ungkapnya.
Memorinyapun tetap kuat, untuk menjawab sudah berapa manager yang sudah pernah memimpinnya. "Ketika saya pertama kali diminta untuk menjadi MC, waktu itu Yamaha masih dipimpin oleh Pak Hiro Kimura, sampai kini dipimpin Pak Bambang Asmara Budi sebagai GM-nya dan pak Ari Wibisono sebagai manager-nya. Berarti saya sudah mengikuti delapan dinasti pimpinan Yamaha." Cerita Bapak yang beristri Librawati ini.
Tentu bukan waktu yang sebentar untuk meretas karir di satu profesi. Loyalitas Didi terhadap Yamaha patut mendapatkan apresiasi hingga seolah-olah dirinya "Dikontrak seumur hidup". Tapi dengan santai, pria yang mengaku keturunan Belanda-Jawa ini menjawab, dirinya bangga bisa bekerjasama dengan Yamaha dan bangga terhadap prestasi yang ditorehkan pebalap hasil kompetisi YCR pada pentas Nasional bahkan Internasional.
Jadi penasaran, apa alasan bapak bertinggi 186 cm ini sampai setia menjadi MC untuk kegiatan YCR? "Saya selalu punya konsep hidup berkesinambungan, seperti halnya dengan Yamaha Cup Race ini, arah kedepannya jelas. Setiap pebalap dapat merengkuh karir balap sampai ketingkat lebih tinggi lagi, itu karena YCR memfasilitasi hal ini dengan berbaga event. Inilah salah satu bukti Yamaha tidak hanya berjualan motor saja, tapi peduli terhadap prestasi generasi bangsa. Dan saya salah satu saksinya, rata-rata pebalap professional berangkat dari event Yamaha Cup Race ini. Sehingga bagi saya menjadi MC untuk YCR adalah panggilan bathin, untuk selalu menyemangati calon pebalap berprestasi melalui dunia saya, yaitu MC"’ ceritanya bersemangat.