Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.
Gelaran balap MotoGP di sirkuit Brno kembali digelar pada Minggu (14/08) kemarin. Pebalap andalan Yamaha, Jorge Lorenzo gagal menunjukan kemampuan dan harus puas menduduki posisi keempat. Sebelum start dimulai riders asal Spanyol itu sangat optimis bisa memberikan yang terbaik dan finish diposisi pertama.
Namun apa yang terjadi di aspal sirkuit Brno sangat berbeda dengan harapan pemilik nomor start satu itu. Lorenzo mengaku dirinya salah memprediksi soal balap kemarin. Pasalnya, motornya menggunakan ban depan keras. Lorenzo nampak tidak maksimal dan harus puas dengan hasil akhir.
Keputusan Lorenzo menggunakan ban keras merujuk pada sesi latihan sehari sebelumnya. Pebalap ganteng itu menyimpulkan dengan kontur yang berbeda dengan sirkuit sebelumnya, ban keras memang cocok digunakan di sirkuit Brno. Namun prediksinya meleset dan malah menimbulkan blunder. Lorenzo sendiri mengaku salah atas keputusannya itu dan menerima hasil akhir. Dirinya juga harus rela saat Marco Simoncelli sukses menyalip dirinya dan meraih podium untuk kali pertama.
”Saya merasakan ada yang tidak beres dengan ban depan yang keras. Ini tidak sama dengan prediksi awal ketika mengikuti sesi latihan. Memang pada sesi latihan hasilnya sangat memuaskan, namun semua berubah pada balapan kemarin. Tapi saya harus menerima resiko kesalahan prediksi seperti ini,” ujarnya, dikutip Autosport, kemarin (15/08).
Juara dunia MotoGP tahun 2010 lalu itu mengaku kesulitan saat menghadapi tikungan. Pasalnya ban depan yang keras mempengaruhi kinerja motor. Posisi keempat dinilai cukup fair mengingat kesalahan tekhnis yang mempengaruhi penampilannya. Lorenzo sendiri saat ini tercecer 32 poin dibelakang Stoner yang masih jadi pemuncak klasemen sementara. Kendati tertinggal cukup jauh, namun dirinya optimis bisa mengejar ketertinggalan dari riders asal Australia itu.