Travel
SEASIDE OF MANADO
15/06/2010 00:00News Update, TravelAuthor: MotoDream



Kota Manado memang memiliki banyak objek wisata yang menarik dan sayang untuk dilewatkan. Kali ini MotoDream berkesempatan mengunjungi kota indah tersebut dan tentunya mencoba eksplorasi objek wisata apa saja yang ada di kota yang terkenal dengan noni-noni cantiknya ini.
Begitu mendarat di Bandara Sam Ratulangi, kami langsung menuju ke hotel untuk check-in. Sepanjang perjalanan kami sudah disuguhi pemandangan bukit-bukit Manado yang indah dan masih alami. Manado yang memang memiliki kontur daerah perbukitan yang rata-rata semua jalannya naik-turun dan berkelok-kelok. Sesampainya di hotel, kami langsung menyimpan semua barang bawaan dan segera hunting lokasi.
Boulevard Manado
Beruntung, hotel tempat kami menginap berada di dekat tempat yang akan kami kunjungi yaitu kawasan Boulevard Manado. Memang kawasan ini telah menjadi salah satu ikon kota yang penduduknya disebut sebagai smilingpeople lantaran keramahannya. Secara umum, suasana di di sini hampir sama dengan suasana di pantai Losari di kota Makassar. Ciri khas kawasan ini adalah tersedianya bermacam-macam hidangan. Bukan hanya khas Manado saja, namun mulai dari nasi goreng dan gado-gado pun ada. Harganya pun tak mahal dan relatif terjangkau. Anda pun bisa memilih makanan kesukaan. Mulai dari café, restoran, warung, hingga kaki lima ada di sini.
Selain kuliner, tentunya panorama alam yang wajib dilihat. Beruntung kami tiba agak sore hingga bisa melihat proses matahari terbenam dengan memandang cantiknya Pulau Manado Tua di tengah lautan dan bangunan-bangunan baru di depan kami. Untuk aksesnya, kawasan ini relatif mudah dijangkau. Jika Anda ada di kota Manado, Anda dapat menggunakan taksi atau angkutan umum/mikrolet. Jika mau, Anda bisa menyewa mobil atau motor. Untuk penginapan atau hotel, tenang saja, amat mudah untuk menemukannya. Anda bisa memilih sesuai dengan budget kantong, mulai dari kelas melati hingga bintang lima.
Taman Laut Bunaken
Esoknya, agenda kami adalah pergi ke Taman Laut Bunaken. Bunaken terkenal akan indahnya pasir putih yang berkilau di pinggir pantai. Luasnya 75.000 hektar dan terdiri dari 5 pulau, pulau Manado Tua, pulau Bunaken, pulau Siladen, pulau Mantehage, dan pulau Naen. Tak cuma pantainya yang cantik, pemandangan bawah laut dari taman laut Bunaken justru yang paling indah, makanya kami memutuskan untuk menyelam di area pantai.
Taman laut Bunaken merupakan salah satu laut yang punya keanekaragaman biota laut terbanyak di dunia, mulai dari jenis ganggang, ikan, terumbu karang, moluska, sampai tebing karang setinggi 25 meter pun ada di bawah laut Bunaken. Makanya jangan kaget jika saat Anda diving menemukan jenis ikan yang bentuknya aneh atau warnanya ajaib! Tapi hal ini hanya bisa dilakukan jika Anda memiliki diving license. Bagi yang tak punya, Anda bisa snorkeling, yaitu berenang dangkal dengan menggunakan snorkel (alat bantu pernapasan). Transportasi menuju Bunaken mudah diakses. Setiap harinya pasti ada penerbangan ke Manado via maskapai lokal. Begitu sampai di bandara Sam Ratulangi, Anda harus lanjut ke Pelabuhan Manado untuk menumpang kapal yang menyeberang ke Bunaken. Atau menyewa perahu motor seharga Rp200.000 (PP) yang bisa ditumpangi 5 orang.
Wisata belanja Jl. Walter Monginsidi
Kawasan jalan ini telah dikembangkan menjadi sebuah komplek wisata alternatif dalam kota. Di sini Anda dapat memuaskan hasrat belanja dan membeli barang-barang yang Anda suka. Mengelilingi komplek ini Anda akan menemukan beragam produk. Mulai dar pakaian, perabot rumah tangga, mobil, sepeda motor, komputer, sampai alat eletronik lainnya. Pokoknya lengkap!
Lelah berbelanja, Anda dapat bersantai sejenak di foodcourt yang menjajakan berbagai jenis masakan. Jika Anda suka makanan ala Amerika, bisa datang ke restoran cepat saji. Tapi saran kami adalah seafood, karena Manado kota laut makanya seafood-nya harus dicoba. Lezatnya seafood di sini susah dicari tandingannya. Rahasianya mungkin karena semua ikan tersebut masih segar diambil dari laut. Lokasi ini berada di sepanjang tepian jalan Walter Monginsidi, sebelah selatan pusat kota Manado. Anda hanya perlu naik taksi atau angkutan umum dengan jarak tempuh maksimal 10 menit. Di sini terdapat berbagai fasilitas umum seperti pusat informasi, ATM, hotspot, toilet, pangkalan taksi, telepon umum, dan beberapa hotel.
Pedasnya bubur Manado
Jangan mengaku pernah ke Manado jika belum mencicipi bubur Manado. Makanan dari Sulawasi Utara ini memang terkenal dengan citarasa yang ekstra pedas. Saking pedasnya, bagi mereka yang tidak terbiasa pasti akan mengap-mengap karena kepedasan. Bubur Manado yang dikenal bernama bubur Tinotuan ini konon enak disantap pada pagi hari. Kekhasan bubur ini adalah pada rahasia dapurnya. Pedasnya itu memang amat kental. Rupa-rupanya orang Manado royal dengan bumbu masak. Makanya tak heran bumbu mereka 2 sampai 3 kali lebih banyak daripada masakan di daerah lain. Selain itu karakteristik bumbu yang digunakan satu dengan yang lain memiliki karakter yang hampir sama: panas dan pedas.
Rasa bubur Manado berbeda dengan daerah lain karena dikombinasikan dengan sayuran seperti daun labu, daun kangkung, dan kemangi. Wujud bubur ini kental dengan sayuran yang lunak. Semakin enak disantap selagi panas dengan ikan jambal roti yang telah digoreng. Di Manado, Anda tak akan kesulitan mencari bubur Manado. Dengan berjalan kaki Anda sudah pasti akan menjumpai bubur ini. Apalagi jika berada di kawasan Boulevard Manado. Selain itu di Jl. Wakeke dan kompleks jalan Sarapung, Anda juga dapat menemui banyak warung dengan menu yang sama namun dengan cita rasa yang sedikit beda. Bahkan di Jl. Wakeke hampir semua bagian depan rumah penduduknya disulap menjadi warung bubur Manado. Sayang kami tak bisa berlama-lama di kota Manado. Tapi kami berjanji akan kembali lagi ke sini untuk hunting objek wisata menarik lainnya.