Yamaha V-Xion Club Bali Road to JAMNAS di Jakarta
Selalu Ada Teman di Setiap Perjalanan
23/08/2010 17:27TouringAuthor: YVC Bali / Awan SB
Di akhir tahun 2009, sebuah gebrakan besar kembali diusung salah satu club terbesar Yamaha yaitu Yamaha Vixion Club Indonesia (YVI). Club ini mengadakan ajang terbesar dengan label Jambore Nasional Yamaha Vixion Club Indonesia (JAMNAS YVI) yang diadakan di Bumi Perkemahan Ragunan pada 18 – 20 Desember 2009.
Sebagai salah satu chapter di daerah, Yamaha V-Xion Club Bali ikut menghadiri ajang tahunan JAMNAS ini. Yamaha Vixion Chapter Bali (YVC-BI) berangkat dari Bali pada tanggal 16 Desember 2009, jam 11 malam. Disini ada 14 anggota yang berangkat mewakili YVC-BI.
Diantaranya. Bro Made Kerhayasa, Bro Dada, Bro Leo, Bro Arif, Bro Ambri, Bro Faisal, Bro Yusa, Bro Ian tattoo, Bro Rian, Bro Wawan jazzer, Bro Imuenk, Bro Agus latah, dan Bro Niko. Bagi sebagian anggota, road to JAMNAS adalah pengalaman pertama mereka touring melintasi wilayah Jawa. Dan kami pun berangkat tepat jam 23.10 WITA dari Denpasar menuju Jakarta.
Dari Denpasar ke Gilimanuk
Rute pertama adalah Denpasar menuju pelabuhan Gilimanuk, pelabuhan ini adalah pelabuhan yang menjadi pintu keluar bagi setiap orang yang akan menuju pulau jawa yang melewati jalan darat atau sebaliknya. Selama perjalanan ke Gilimanuk, hujan dengan setia menemani perjalan kami sampai ke dermaganya. Setelah itu, kami langsung masuk kapal Fery yang akan membawa kami menyebrangi selat Bali.
Lebih kurang 1 jam, waktu yang dibutuhkan untuk menyebrangi selat Bali, menuju pelabuhan Ketapang. Tentu saja angin laut membuat kami terasa lapar, untuk itu dalam perjalanan langsung menuju Surabaya, kami mampir untuk beristirahat dulu di PLTU Paiton. Tidak berapa lama, kami kembali mengenakan jaket dan safety gear untuk kembali meneruskan perjalanan hingga ke ibu kota jawa Timur, Surabaya.
Sebelum masuk Surabaya, rombongan di jemput Yamaha Vixion Club-Surabaya (YVC-S). Alhasil, semakin ramai saja perjalanan kami di kota tersebut. Sampai di Surabaya tepat jam 08.30 WIB, tanggal 17/12/2009. Tim beristiharat dulu di rumah Bro Made Kertha, sambil menunggu saudara-saudara kami lainnya yang masih ada dala perjalanan. Puas beristirahat, sesekali kami bercanda tawa untuk melepas lelah. Tibalah waktunya untuk kembali memasang sabuk semangat hingga kami menuntaskan misi pertama kami ke JAMNAS.
Surabaya Hingga Semarang
Dari Surabaya kami menuju kota kedua yaitu Semarang, melalui rute Gresik- Lamongan-Tuban– Pati–Kudus–Demak dan Semarang. Perjalan kali ini benar benar berbeda, selain kondisi jalan yang sebagian besar melewati pinggir laut dan tikungan tikungan tajam yang menantang skill berkendara dan tak lupa kami biarkan sejuknya angin laut menyelimuti tubuh kami.
Sesampainya di Semarang, YVC-BI bertemu dengan Bro Hendri salah satu anggota YVC-BI, yang kebetulan sedang berada di Semarang. Di kota ini pulalah, kami memutuskan untuk beristirahat.
Tanggal 18/12/2009 jam 02.00 WIB: Tim melakukan pengecekan motor untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Tentu saja bukan hanya kami saja di Semarang, selama perjalanan kami juga bertemu banyak Motobikers dari belahan Jawa lainnya yang juga satu misi dengan kami untuk menghadiri Jamnas. Inilah enaknya bergabung di klub motor Yamaha, dalam masa touring-pun, kami tetap bisa berkumpul dengan Motobikers dan klub motor lainnya.
Jakarta I’m Coming!
Singkat cerita, kami melewati beberapa medan dan jalanan yang cukup heroik di kawasan jawa Tengah menuju Jawa Barat. Tak terasa, kami sudah mulai memasuki daerah Cikampek, ini berarti beberapa jam lagi kami masuk wilayah Jakarta.
Setibanya di Jakarta, rombongan YVC-BI dan YVC-H disambut langsung oleh panitia JAMNAS. Selanjutnya rombongan diantar ke lokasi JAMNAS, kira-kira rombongan YVC-BI tiba di lokasi JAMNAS jam 18.00 WIB tanggal 18 Desember 2009.
Agenda JAMNAS YVC 2009 yaitu:
- Malakukan musyawarah nasional YVCI yang diwakili oleh beberapa pengurus YVC untuk menentukan ketua umum YVCI.
- Menentukan dan menetapkan waktu dan tempat JAMNAS ke II
- Memperjelas logo dan atribut YVC.
- Silaturahmi dengan anggota YVC daerah lain.
Good Bye Jakarta, Good Bye Brother…
Setelah semua agenda JAMNAS selesai, di tanggal 20 Desember 2010 tepat jam 05.00 WIB kami bersiap untuk kembali ke Bali. Uniknya, kami di temani rombongan YVC-Lampung yang kebetulan hendak berlibur ke Bali. Perjalanan ke-Bali melewati rute yang sama dengan rute keberangkatan, hanya saja saat memasuki daerah Indramayu, rombongan sempat mengalami kendala. Bro Arif (YVC-BI) mengalami kecelakaan, setelah melintasi bekas galian yang tidak tertutup dengan sempurna.
Untungnya Bro Arif tidak mengalami luka luka dan masih bisa melanjutkan perjalanan, hanya saja motor Bro Arif harus di kirim dengan paket karena kerusakannya cukup parah. Setelah semua selesai, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini hujan dengan setia menemani perjalanan kami, sesekali kami mampir di warung pinggir jalan untuk sekedar melepas lelah. Tapi itu tak lama, kami terus menggeber motor kami hingga sampai di Semarang.
Dari Pom Bensin Hingga Kasur Empuk
Kembali di kota ini pulalah, kami beristirahat. Bukan di hotel, bukan pula di wisma. Tapi kami beristirahat di Pom Bensin. Seperti itulah Motobikers. Istirahat dimana pun tidak jadi masalah, asalkan ada tempat untuk merebahkan badan. Setelah beristirahat cukup, akhirnya kami melanjutkan perjalan menuju Surabaya dengan rute yang sama waktu berangkat.
Baru, setelah kami sampai di Surabaya, kami dapat beristirahat dengan wajar dengan kasur dan bantal yang empuk tentunya di rumah Bro Made Kertha. Serangkaian acara istirahat, selalu menjadi bagian yang tak terlupakan dalam perjalanan kami. Namun setelah semuanya, cukup. Sebelum meneruskan perjalanan, kami tak lupa mengecek kondisi motor, hingga betul-betul layak jalan.
Ternyata yang macet bukan hanya Jakarta, ketika kami tiba di Sidoarjo, macet pun menjadi pemandangan yang biasa, untungnya kami tetap safety riding hingga sampai di kota Pasuruan. Lagi-lagi hujan terus menemani kami hingga sampai di kediaman kami, Bali.
Tidak munafik, kami mengakui perjalanan panjang ini sangat melelahkan. Tapi karena rasa kebersamaan, akhirnya dapat merubah rasa lelah itu menjadi pengalaman yang unik, yang belum tentu semua orang berani dan bisa merasakannya langsung. Namun kami telah membuktikan itu semua dengan sempurna dan dapat kembali di tanah kelahiran kami dengan selamat. Keep Brotherhood!
Foto Terkait




