Dalam satu batang rokok menurut penelitian terkandung 4 ribu jenis bahan kimia bersifat toksik yang sangat berbahaya bagi tubuh. Zat beracun itu akan cepat bereaksi ketika dihirup bersamaan dengan berkendara motor. Sementara menurut tinjauan safety riding, merokok saat berkendara dapat mengurangi konsentrasi yang berakibat fatal pada kecelakaan. Merokok sambil berkendara? Ih...takut!
Menurut Dr Zaenal Asikin, Pendiri Komunitas Peduli Orang Sehat (Kompos) Indonesia. Pada saat berkendara nafas bikers akan lebih lambat ketimbang saat duduk. "Saat berkendara motor maka nafas kita melambat, karena pengaruh tekanan angin. Untuk itu, oksigen akan menurun hingga 30 persen. Pada saat yang bersamaan ketika seorang pengendara motor merokok, berarti kerja paru-paru dua kali lebih berat sehingga dapat menurunkan konsentrasi berkendara dan itu berbahaya," jelas pensiunan dokter yang pernah bekerja di rumah sakit Pertamina Jakarta.
Lantas bagaimana menurut tinjauan safety riding? Berikut beberapa paparan dari Edo Rusyanto, penggiat safety riding dari Road Safety Assosiation (RSA) Indonesia.
1. Konsentrasi Terganggu
Perpindahan rokok dari tangan ke mulut, karena adanya perintah dari sel saraf otak. Dengan begitu, sistem konsentrasi terganggu karena adanya mekanisme kerja tersebut. Jika sudah seperti ini, berarti separuh nyawa kita diujung sebatang rokok. Mau?
2. Kelilipan Debu Rokok
Kasus ini jelas sangat berbahaya. Karena seketika itu juga konsentrasi terpecah dan penglihatan menjadi terganggu. Bagaimana jika bara tersebut mengenai orang lain? Tentu sama bahayanya untuk kita dan pengguna jalan lainnya.
3. Kena Bara Api
Boleh jadi kasus kebakaran motor berasal dari percikan api rokok. Karena terpaan angin yang lumayan kencang saat berkendara, bisa memercikan bara rokok ke baju, kaos atau jaket yang mudah terbakar. Dengan begitu, sama halnya membakar diri kita sendiri.
Apapun alasannya, yang jelas merokok saat berkendara itu positif. Positif kena bahaya dan positif kena penyakit. Mau?