“Yah...hujan! mau langsung jalan, pasti basah kuyup sampai rumah. Nunggu reda... takut banjir. Ujung-ujungnya motor mogok” seloroh Rudi, Motobikers yang bekerja sebagai IT di kawasan perkantoran Sudirman, Jakarta.
Habis mau bagaimana lagi, memang sudah musimnya. Terpenting, Motobikersmempersiapkan motor agar tetap ready for use. Tangguh di area genangan air, lincah untuk manuver di kemacetan dan selamat sampai tujuan. Mari berbagi . .
1. Cek Ban
Cek kondisi ban sebelum melakukan perjalanan dan gantilah ban yang sudah aus, karena ketahanan dan fungsi traksinya akan berkurang. Ciri-cirinya antara lain, kembang ban terkikis sedalam 0.8 mm, botak, permukaan ban tidak rata (bergelombang), cepat bocor dan saat melewati genangan air, cipratan air di ban tidak dapat mengalir kearah samping. Akibatnya, ban akan mudah terangkat diatas permukaan air, sehingga motor cepat oleng.
2. Cek Karburator
Saat hujan, kadar udara (02) sebagai pencampur bahan bakar yang disedot oleh karburator, banyak mengandung air. Sehingga, kinerja mesin tersendat dan tidak maksimal. Waspadai genangan air pada tanki, kran dan pipa bahan bakar.
3. Cek Oli Mesin
Saat hujan dan banjir, genangan air yang tingginya lebih dari 30 cm (ukuran lutut orang dewasa), akan memudahkan air masuk ke dalam mesin dan tercampur dengan oli, ciri-cirinya berwarna putih susu. Segera lakukan penggantian oli, jika telah melewati jalan banjir yang cukup tinggi. Agar terhindar kerusakan yang lebih parah pada mesin.
4. Cek Filter Udara
Selain ke mesin, air bisa masuk ke filter udara, terutama ketika melewati area banjir. Contohnya cipretan atau gelombang air yang menghantam bagian depan motor dari kendaraan yang melaju berlawanan atau di samping Motobikers. Jika jumlah air yang masuk terlalu banyak, dapat mengakibatkan water hammer. Water hammer adalah genangan air pada filter udara, yang menyebabkan pukulan keras pada ruang bakar. Akibatnya terjadi kerusakan parah pada mesin seperti, bengkoknya tangkai torak (Connecting Rod), Piston Pecah dan lain sebagainya.
5. Pemeriksaan Sistim Pengereman
Periksalah fungsi kerja rem depan dan belakang, lakukan simulasi pengereman beberapa kali sebelum mengendarai, untuk memastikan fungsinya bekerja dengan baik. Deteksilah apakah ada suara berdecit? jika ya, artinya permukaan lining kanvas rem sudah licin. Setelah itu, periksalah ketebalan rem dengan melihat langsung ke- rem disk dan lihat indikator ketebalan pada rem. Jika terlalu kecil, segera lakukan penggantian di bengkel.
6. Cek Sistem Kemudi
Periksalah sistem kemudi untuk mendapatkan kestabilan yang prima, terutama berkendara saat hujan. Tujuannya agar lincah berkendara menghindari kondisi jalan berlubang , bebatuan atau saat menghindari pengendara lain yang tiba-tiba berhenti. Mintalah mekanik bengkel resmi untuk memeriksanya. Atau Motobikers lakukan tips berikut untuk pemeriksaan awal :
7. Kurangi Kecepatan
Pada saat hujan, air bercampur dengan oli di atas permukaan jalan, sehingga jalan lincin dan ban gampang slip. Cara terbaik untuk menghindari hal tersebut adalah mengurangi kecepatan. Karena, dalam kondisi kecepatan rendah akan lebih banyak alur ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, dan membuat daya cengkram ban lebih baik.
To Be Continued Part II