GERNO DI LESMO – Minggu depan (25/06), pagelaran balap kelas dunia MotoGP memasuki seri ketujuh. Kali ini, sirkuit Assen akan kedatangan pebalap-pebalap handal. Beberapa pebalap sudah menyusun strategi untuk jadi yang tercepat dan meraup poin penuh. Pun demikian dengan rider andalan Yamaha, Jorge Lorenzo. Pabalap asal Spanyol ini memang tidak bisa menyelesaikan balap saat terjun di Sirkuit Silverstone akibat tergenlincir. Karena insiden itu, pemilik nomor satu itu terpaksa merelakan tampuk pimpinan kepada Casey Stoner.
Lorenzo mengaku akan bangkit dan memberikan perlawanan kepada lawannya hingga lap terakhir. Dirinya juga sudah mempersiapkan warna keberuntungan Yamaha sebagai simbol merayakan 50 tahun keikutsertaan pabrikan berlogo garpu tala ini diajang MotoGP. Tandem Ben Spies ini juga bertekad untuk mengulangi kesuksesan di sirkuit tersebut pada gelaran MotoGP 2010 lalu. Lorenzo sukses melesat dan menjadi yang tercepat di salah satu sirkuit terbesar di Belanda itu. “Saya memang gagal saat berlaga di Silverstone karena cuaca buruk. Namun itu bukan alasan dan saya akan kembali ke performa puncak. Assen adalah target meraih hasil maksimal dan harus finish diposisi pertama,” ujarnya, dikutip dari motogp.com, (16/06/).
Assen tambahnya merupakan salah satu sirkuit kesukaan dirinya. Banyak kenangan indah disana dan salah satunya adalah mencapai garis finish terdepan. Selain itu, Belanda adalah Negara asal Wilco Zeelenberg, sang manajer Lorenzo. Rider ganteng itu mengaku sudah tidak sabar untuk terjun di Assen. Pasalnya, selain target menggeser Stoner diposisi puncak, dirinya juga bertekad untuk memberikan hasil manis di perayaan 50 tahun keikutsertaan Yamaha di ajang balap motor paling bergengsi didunia itu.