Tips Antisipasi Terkena Ranjau Paku ala SABER
19/11/2011 09:00News Update, Moto ShareAuthor: Awan SB | Foto: Bayu
Fenomena sindikat penyebar paku yang bekerjasama dengan bengkel tambal ban, untuk mengeruk keuntungan pribadi. Semakin menyeruak dikalangan rakyat bikers. Motodream secara khusus mengulas profil komunitas SABER (Sapu Bersih Ranjau Paku) di halaman community. Sebagai tambahannya, rekan SABER yang diwakili Siswanto dan Abdurrahim berbagi tips ringan ala SABER, bagaimana mengantisipasi ranjau paku. Lets share!
“Uniknya setiap paku yang disebar di masing-masing wilayah berbeda-beda. Jakarta Timur dan sekitarnya cenderung menggunakan paku payung (rangka-rangka besi paying yang dipotong sedemikian rupa). Jenis ini termasuk yang paling bahaya. Sebab sekali masuk bisa merobek semua dalaman ban bukan hanya ban dalam saja, ban luar pun bakal cacat. Jakarta Barat dan Pusat cenderung menggunakan paku biasa ukuran 3 cm. Jakarta Selatan lebih banyak menggunakan paku bekas yang sudah dibengkokkan” papar Rohim.
1. Kontrol Tekanan Angin Ban
Tekanan angin yang semakin berkurang, memudahkan benda tajam menempel dan masuk ke struktur ban luar. “Semakin lembek bannya, maka semakin mudah paku dan alat tajam lainnya masuk ke ban. Makanya penting sekali menjaga tekanan ban. Dan kalau sudah kena ranjau paku, sebaiknya langsung dicabut agar tidak merusak lainnya” jabar Siswanto, Ketua SABER.
2. Bahayanya Menggunakan Ban Kecil
Ukuran ban yang tidak standar, terutama ban kecil justru banyak dijumpai yang terkena ranjau paku. “Mending pakai ban standar sajalah. Makin kecil ban, banyak dijumpai penggunanya sering nongkrong di tamban ban. Itu artinya ban ukuran itu riskan terkena ranjau paku” timpa Rohim, Wakil SABER.
3. Kurangi Kecepatan
Ini yang sampai saat ini MotoDream masih mencari pembuktiannya. Namun, menurut Relawan SABER, semakin cepat laju sepeda motor, semakin cepat pula penetrasi benda tajam masuk ke dalam ban.
4. Ganti Ban
Semua sepakat. Ban yang botak lebih mudah ditembus benda tajam. Selain itu berbahaya juga karena komponnya yang semakin menipis, menjadi mudah tergelincir (licin). Jadi ganti saja tuh bannya.
5. Cadangan Ban
Kalau sudah ketiba sial, mau bagaimana lagi. Parahnya tukang tamban ban justru akan jual mahal ban dengan kualitas rendah dan merek nggak jelas kepada pengendara. “Mau ya silahkan, nggak mau ya silahkan cari yang lain. Terpaksa beli dah meski mahal. Makanya mending beli cadangan ban sebagai persiapan” jelas Siswanto yang juga diamini Rohim.