Safety Riding
Tips Hadapi Ulah Minus “Raja Jalanan”
13/04/2010 10:11Safety RidingAuthor: Awan / RSA
“Oke lah kalo begitu, saya mengalah saja dari pada ribut”, ucap Lukman, pengendara motor yang hampir saja menabrak angkot. Mungkin kejadian seperti itu sering Motobikers alami. Bila diteruskan, ujung-ujungnya pasti ribut dengan “abang” supir angkot. Sebagai pengendara yang sudah tahu safety riding, bro dan sis harus mampu mengendalikan emosi jalanan, lebih baik mengalah dari pada menjadi tontonan live pengendara lain. gak lucu kan?
Seharusnya kendaraan umum dapat menjadi modal transportasi massal yang paling diminati masyarakat, bukan menjadi momok yang menakutkan bagi pengguna kendaraan pribadi. Namun apa boleh dikata? Sekarang kondisi dunia jalanan memang sudah seperti itu, jadi mau tidak mau harus dihadapi. Kali ini MotoDream yang sudah bekerjasama dengan RSA (Road safety Association) kembali mengulas Safety Riding. Kali ini mengupas bagaimana caranya menciptakan defensive driving and riding dari supir angkot.
1. Posisi Kanan Belakang
Pastikan posisi Motobikers selalu berada di sebelah kanan belakang angkot, untuk menghindari manuver supir angkot yang banting setir secara langsung kearah kiri untuk mengambil penumpang.
2. Jaga Jarak
Jaga jarak minimal 3 detik atau sekitar 20 meteran pada speed 30-50 km/jam, dari angkutan umum yang berada di depan.
3. Jadilah Yang Melihat dan Terlihat
Jika Motobikers hendak mendahului angkutan umum. Usahakan terus menerus memberikan klakson atau tanda lainnya, agar si supir angkot memperhatikan kehadiran kita.
4. Tenang atau Mengalah
Jika posisi Motobikers berada di samping angkot, kemudian secara tiba-tiba si supir angkot tersebut bermanuver membanting setir mendadak ke sebelah kanan. Jangan langsung kaget dan swerving (bermanuver menghindar ke arah samping). Hendaknya sebelum melakukan swerving, perhatikan terlebih dahulu ruang gerak kiri-kanan Motobikers. Jika aman, segera putuskan apakah jalan terus mendahului angkot atau mengurangi kecepatan dan membiarkan angkot berada di depan Motobikers.
5. Kendalikan Sikap
Dengan alasan apapun, jangan berkejaran dengan angkot yang sedang memburu penumpang atau sedang balapan dengan angkot lainnya. Bahaya!
6. Jaga Jarak Aman
Jika jalur lambat dipenuhi angkot, bersabarlah. Jaga jarak di belakang angkot agar Motobikers jauh dari asap knalpot dan manuver tak terduga dari si supir angkot.
7. Tetap Waspada
Jika posisi berkendara Motobikers berada di depan angkot, waspadalah!. Si supir angkot biasanya sangat tidak sabaran dan akan mencari jarak terpendek dengan kendaraan yang berada di depannya. Contohnya dengan menempel ketat motor kita. Hal ini ditakutkan, angkot tersebut menyeruduk motor kita dari belakang. Jaga jarak sejauh mungkin atau menjauhlah dari angkot yang berada di belakang kendaraan Motobikers.
8. Pahami Psikologisnya
Sopir angkot bekerja sangat keras dan penuh tekanan dari hari ke hari. Disamping karena sewa mobil yang kian mahal, mobil angkot juga semakin banyak ditambah penumpang beralih ke kendaraan lain. Belum lagi tekanan ekonomi dan lain sebagainya, jadi. Jauhilah konflik dengan sopir angkot. Motobikers jauh lebih baik dan lebih beruntung dari mereka, syukurilah! Bersabar lah bro!
9. Kenali Sinyal-Sinyalnya
Jika angkot memiliki kernet, berhati-hatilah. Si kernet biasanya dapat naik turun seenaknya sendiri. Perhatikan pula sinyal tangan dan teriakannya yang menunjukkan naik-turun penumpang atau maneuver mobilnya.
10. Cari Kelancaran
Sebisa mungkin carilah rute jalan yang tidak dipadati angkot (terminal atau tempat ngetem). Lebih baik mencari jalan yang jauh tapi lancar ketimbang jalan dekat tapi macet. Tentunya akan lebih indah bila semua dapat saling berbagi di jalan. Selamat mencoba bro!