Tujuh Laga Krusial dan Dramatis MotoGP 2011
14/12/2011 14:10Moto Sport, News UpdateAuthor: Awan SB
MotoGP 2011 meninggalkan cerita yang tidak sedikit bagi semua pabrikan, tidak terkecuali Yamaha. Selebrasi 50 tahun keikutsertaan Yamaha di MotoGP, bencana yang menimpa Jepang dan berpengaruh pada jadwal pertandingan, regulasi sekaligus tes mesin 1000cc untuk tahun ini hingga cerita menguras emosi meninggalnya Simoncelli di Sirkuit Sepang, Malaysia.
MotoGP tahun lalu di gelar 18 seri dari tanggal 20 Maret hingga 06 Nopember 2011. Sirkuit super megah, Losail, Qatar membuka jalannya MotoGP dan berakhir di Sirkuit Valencia, Spanyol. Ada yang menang, seperti Casey Stoner yang baru saja menjadi juara dunia. Ada juga yang kalah seperti mantan juara dunia sebelumnya yaitu Jorge Lorenzo, karena faktor “X” seperti cidera ringan yang menimpanya, sehingga absen bertarung di tiga laga seri terakhir yang sangat krusial. Walhasil, sepanjang 18 seri Stoner mampu mengemas 350 poin, diikutiLorenzo dengan 250 poin.
“Saya ucapkan selamat kepada Cassey Stoner atas kemenangannya menjadi juara dunia. Dia pantas mendapatkannya karena konsistensinya sejak dari awal musim,” kata Lorenzo melalui rilis resminya di www.yamaharacing.com. Itulah juara sejati. Persaingan hanya terjadi di arena balap. Di luar, keduanya akrab dan saling memuji kelebihannya masing-masing. “Anda bisa lihat sendiri semangat Lorenzo yang tidak pernah terhentikan mengejar kami. Dia petarung sejati. Sayang tahun ini keberuntungan milik saya,” ungkap Stoner dikutip dari situs resmi MotoGP penghujung tahun lalu.
Yup! Intinya banyak momen penting selama MotoGP 2011 dan sayang kalau terlewatkan begitu saja. Sebelum memasuki kick off MotoGP 2012 yang rencananya akan digelar bulan Maret, berikt adalah tujuh laga krusial dan dramatis sepanjang musim 2011.
MotoGP Losail, Qatar (20/03) Genderang Perang Dimulai
Genderang perang dimulai. Di laga ini. pertarungan antara Lorenzo dengan Pedrosa saat memasuki lap ke delapan dari 22 lap. Ditengarai sebagai adu mental sesama pebalap asal Spanyol. Kestabilan motor Yamaha menjadi garansi bagi Lorenzo untuk mencari sudut yang pas dan kemudian mencurinya dari sisi kiri tikungan. Sayang, kondisi ini tidak berubah hingga finish dan laga pembuka ini dimenangi Stoner, disusul Lorenzo pada podium dua dan Pedrosa diurutan ketiga.
MotoGP Jerez, Spanyol (03/04) Kemenangan Pertama Lorenzo
Seri kedua di Sirkuit Jerez, Spanyol, giliran Lorenzo mengeksekusi kemenangan pertamanya. Lorenzo sukses menjadi juara setelah Casey Stoner dan Valentino Rossi bertabrakan dan jatuh di tengah balap sehingga memuluskan langkah Lorenzo menang di kandangnya sendiri. Lorenzo merayakan kemenangannya ini dengan ‘basah-basahan’, karena menceburkan diri ke danau yang masih berada didalam sirkuit Jerez.
MotoGP Estoril, Portugal (01/05) Dampak Tsunami Jepang
Seharusnya seri tiga berlangsung di Motegi, Jepang pada 24 April 2011. Namun, Jepang sedang dilanda duka akibat tsunami dan menyebabkan reaktor nuklir di Fukusima juga mengalami kerusakan dan menimbulkan radiasi nuklir. Akhirnya MotoGP menjadwal ulang dan mengganti Estoril untuk seri ketiganya. Lorenzo mengawali hari baik di Portugal ini dengan posisi pole position. Sayang, tren positif Lorenzo tak bisa diteruskan dengan empat kali kemenangan berturut-turut meraih podium utama sejak membalap di Yamaha 2008 lalu. Dominasi Lorenzo dihentikan Pedrosa, empat lap menjelang lap akhir. Meski akhirnya Lorenzo memuncaki podium dua di bawah Pedrosa. Dramatis!
MotoGP Silverstone, Inggeris (12/06) Collin Edward Obati Puasa Podium Skuad Yamaha
Pembalap satelit Yamaha, Collin Edwards, akhirnya mampu mengobati sederet pasukan Yamaha yang terjatuh dan tidak bisa mengikuti jalannya MotoGP seri Silverstone, Inggris (12/06). Pembalap kawakan dari Yamaha Monster 3 itu, berhasil memecah kebuntuan yang diderita pasukan Yamaha, dengan finis di posisi ketiga di bawah Cassey Stoner dan Andrea Dovizioso. Jatuhnya pembalap-pembalap utama Yamaha (Lorenzo dan Spies) ditengarai cuaca yang kurang bersahabat. Hujan terus mengguyur sirkuit yang baru pertama kali ini digunakan MotoGP di seri Inggris untuk menggantikan Sirkuit Donnington Park. Jadilah saat race dimulai, hanya Edwards seorang diri yang menjadi pertaruhan Yamaha.
MotoGP Assen, Belanda (25/06) Ultah Yamaha 50 Tahun di MotoGP dan Kemenangan Pertama Ben Spies
Tanpa ekspektasi lebih untuk menjuarai MotoGP seri tujuh di Sirkuit Assen, Belanda (25/06). Ben Spies nyatanya berhasil membungkus kemenangan pertamanya di ajang balap ini. Kemenangannya terasa lebih istimewa karena bersamaan dengan selebrasi 50 tahun keikutsertaan Yamaha di ajang balap tertinggi di dunia, MotoGP. Warna merah putih yang membalur YZR M1 milik Ben Spies membawa peruntungan baginya. Pergantian warna khas Yamaha dari biru ke merah putih ini sebagai tanda selebrasi keikutsertaan produsen berlogo garpu tala di ajang balap MotoGP selama setengah abad. Selamat Ben!
MotoGP Sepang, Malaysia (23/10) Rest In Peace Marco!
Dunia balap kehilangan salah satu putra terbaiknya. Terbaik karena tanpanya, persaingan keras menjadi juara dunia MotoGP akan terasa hambar dan menjenuhkan karena minus hiburan aksi menegangkan yang selama ini disuguhkan Simoncelli. Akhirnya dengan berat hati pihak medis yang menangani Si Kribo pasca kecelakaan yang menimpanya di Sirkuit Sepang, Malaysia (23/10), menyatakan Simoncelli telah gugur di medan laga.
Maut menjemput pembalap asal Italia itu terjadi ketika balapan memasuki dua lap dari 20 lap yang dijadwalkan. Tiba-tiba saja saat menikung di sektor dalam, Simoncelli lantas kehilangan kendali dan jatuh kearah kanan dan menyisir sudut tikungan. Edwards dan Rossi yang saat itu ada dibelakangnya, tidak kuasa menahan laju rem dan kemudian braaak…! Tabrakan beruntun tak terhindarkan lagi.
MotoGP Valencia, Spanyol (06/11) Man of The Race
MotoGP seri terakhir yang berlangsung di Sirkuit Valencia, Spanyol (06/11), berlangsung dramatis. Lorenzo tidak bisa tampil karena masih dibekap cidera patah jari tangannya, sehingga diwakilkan kepada pembalap Jepang, Katsuyuki Nakasuga yang sukses finis keenam. Sedangkan Ben Spies gagal meraih utama setelah Stoner mengambilnya tepat di depan garis finis. Keduanya selisih tipis 0,015 detik.
Ben Spies dengan seragam kebanggan merah-putih di baju dan motornya sebagai seragam resmi peringatan 50 tahun Yamaha di MotoGP, pantang menyerah mengejar pembalap-pembalap yang ada di depannya. Naluri sekaligus keberaniannya menguntit pertempuran adu gengsi antara Dovizioso dan Pedrosa hingga mendapatkan posisi fantastis di podium dua layak dinobatkan sebagai man of the race. Inilah laga penutup yang penuh emosional dan dramatis. Sampai jumpa MotoGP 2012 bradercis!