Konferensi pers jelang MotoGP seri tujuh di Sirkuit Assen, Belanda digelar, Rabu (22/06). Pada kesempatan itu datang enam pembalap terbaik yang secara catatan menunjukkan grafik naik mewakili pabrikannya masing-masing.
Adalah Hiroshi Aoyama, Jorge Lorenzo, Casey Stoner, Nicky Hayden dan Colin Edwards yang berkesempatan hadir pada konferensi pers ini. Mereka memiliki optimisme yang sama dapat meraih hasil yang lebih baik lagi untuk terus menaikkan level perolehan poin. Tak terkecuali dengan Jorge Lorenzo.
Diatas kertas, Lorenzo adalah pembalap terakhir yang memenangkan MotoGP seri Assen tahun lalu. Tapi itu bukan jadi patokanThe Spaniard akan menang mudah. Kejadian Silverstone seri sebelumnya, dimana Lorenzo terhempas dari lintas sirkuit Inggris itu, bisa jadi trauma yang berketerusan. Betulkah begitu?
"Di Silverstone saya membuat kesalahan dan tidak bisa menyelesaikan lomba. Tapi itu sudah berlalu. Sekarang saya lebih melihat masa depan,” tegas Lorenzo, dikutip dari situs resmi MotoGP.
"Perolehan poin yang saya miliki saat ini, membuat saya harus sedikit memberikan tekanan tanpa adanya crash atau cidera di musim perburuan gelar 2011. Secara catatan, kemenangan saya tahun lalu disini, membuat Assen adalah sirkuit favorit. Assen memiliki tikungan yang sangat halus yang membuat saya senang berada disini” sambung Lorenzo.
Apa yang membuat pembalap berjulukan The X Fuera itu begitu optimis? Hanya sebagai testimoni penggembira saja atau bualan kosong belaka?
Tilik punya tilik ternyata set up YZR M1 yang ditungangi Lorenzo, telah ditingatkan lagi hingga sepersepuluh.
"Selama beberapa balapan terakhir kami telah membuat beberapa perubahan diantaranya telah meningkatkan power hingga sepersepuluh. Hal ini berdampak bagus bagi kepercayaan diri saya. Jadi mari kita lihat, apakah disini kita akan lebih cepat dari trek sebelumnya? Kita lihat saja” tutup Lorenzo