Komunitas TZT (Yamaha Tiara, 125Z dan Touch)
Walau 'Hampir Punah' Kami Tetap Eksis !
19/08/2010 11:28Moto CommunityAuthor: Ridho

Untuk komunitas motor yang satu ini, bisa dibilang hidup segan mati pun tak mau! Pasalnya, peredaran motor Yamaha Tiara, 125Z serta Touch hampir dikatakan terancam punah. Namun demikian, semangat menggelora tidak pernah padam didada setiap anggota komunitas ini.
Adalah Yoyo yang dipercaya mengemban tugas sebagai ketua yang berusaha untuk tetap mempertahankan komunitas motor ini. Walau sedikit demi sedikit jumlah motor kian terkikis, namun dirinya berusaha untuk unjuk gigi. Sampai saat ini, komunitas yang rutin kopdar di Senayan itu terus pamer kesolidan. "Nggak bisa dipungkiri juga kalau motor-motor kami sedikit-sedikit sudah mulai hilang dari peredaran. Tapi kami yakin, kalau kita kompak pasti semuanya akan tetap berjalan sesuai rencana," terangnya, kala disambangi di Senayan baru-baru ini. Berdiri pada 1 Maret 2003, Motobikers penunggang motor ini hanya menyisakan 20 orang. Yoyo menambahkan, pemilik Yamaha Tiara, 125Z dan Touch memilih untuk melego kuda besinya lantaran pertimbangan vital. "Ya, spare part motor-motor ini memang sangat langka, selain itu harganya juga selangit," ungkap Yoyo.
"Masalahnya memang agak ribet. Memelihara motor ini memang banyak tantangannya, seperti spare part yang sulit didapat, sekalipun ada harganya selangit. Namun demikian, kami mencoba menjejalkan dengan spare part motor Yamaha yang lain. Kendati tidak sedikit masalah baru yang timbul," tambah Junus, yang memangku jabatan sebagai Humas TZT. Dari mulai dideklarasikan, komunitas ini memang jarang sowan ke daerah ‘terpencil’ atau kerap disebut touring. Pasalnya, jika digeber menuju Bali atau daerah lain, Yoyo mengaku tunggangannya kerap 'nge-jim' (mesin mati mendadak karena kepanasan). Lelaki berkacamata itu memberi alasan masalah itu kerap timbul karena memang mesin sudah sering di bore-up. "Ya resikonya begini, mau ganti blok mesin susah dapetnya. Mau nggak mau ngakalinnya harus di bore-up. Kadang-kadang kalau dibawa turing suka nge-jim," imbuhnya sambil mengelus-elus jok motornya.
Komunitas pengusung motto 'Little Club, Big Fun' ini tidak pernah absen mengisi pelataran di Senayan untuk kopdar. Selain mengisi rangkaian kepengurusan demi 'kelangsungan hidup' TZT, setiap anggota juga sering berbagi informasi mendapatkan spare part trik jitu memelihara motor agar tetap sehat. Namun demikian, tetap saja jumlah motor ini terus berkurang, namun dengan sekuat tenaga pemilik nama asli Suryo ini akan jalan walau anggota komunitas hanya berjumlah lima orang. "Yang bikin kita semangat sampai saat ini adalah setiap anggota nggak pernah mengeluh. Mereka sadar kesulitan memelihara motor ini, namun karena memang hobi yang sudah melekat, semua terasa baik-baik saja," cerocosnya bangga.
Namun demikian, nilai plus yang dimiliki komunitas TZT adalah semangat untuk terus bertahan. Selain itu, jalinan diantara pemilik motor sudah tidak ada batasan, mereka layaknya saudara. Sementara itu, TZT melihat perkembangan komunitas yang terus meningkat jumlahnya, bukan sebagai ancaman, tapi lebih sebagai tambahan sahabat dan saudara. "Buat TZT belakangan komunitas motor semakin banyak, tapi itu bukan masalah atau ancaman. Kami menganggap mereka semua teman dan saudara, mereka tidak ada bedanya dengan kita," ujarnya. Kedepan, TZT sudah menyusun rencana untuk terus eksis. Selain itu, mendata ulang pemilik kuda besi ini untuk menghadapi hari esok dengan pasti dan tetap mempertahankan TZT sampai kapanpun.
Nama Komunitas : TZT (Yamaha Tiara, Yamaha 125Z, Yamaha Touch)
Berdiri : 1 Maret 2003
Jumlah Anggota : 20 Orang
Motto : Little Club, Big Fun!
Ketua : Yoyo
Humas : Junus
Sekretariat : Jln Palmerah Utara, No. 113, Jakpus
