Sepeda motor bukan hanya kendaraan yang identik dengan kaum adam. Saat ini, wanita pekerja dan gadis remaja menopang aktivitas dengan mengendarai kuda besi guna meminimalisir ongkos dan lebih hemat waktu selama perjalanan. Ya, motor memang alat transportasi yang sangat efisien dan tepat waktu. Namun demikian, ditengah emansipasi wanita dalam hal kesamaan bekendaraan timbul hal negatif lain yang terus dipantau dan dimanfaatkan penjahat jalanan. Wanita pengendara motor adalah sasaran empuk para penjambret demi mendapatkan barang berharga.
Umumnya, penjahat mengincar kaum hawa karena lemah, tidak mungkin melakukan perlawanan dan cenderung membawa uang dan barang berlebih. Hal itu belum termasuk telepon selular. Biasanya modus penjahat adalah memepet motor korban dan langsung menarik tas yang dibawa perempuan pengendara motor. Penjahat tidak peduli pengendara motor terjatuh atau tidak yang jelas harta benda korban sudah dalam genggaman. Menjelang Lebaran tahun ini, kejahatan jalanan meningkat hampir 70 persen dengan rata-rata korban terbanyak adalah wanita.
Untuk mengantisipasi lokasi rawan kejahatan, Polda Metro Jaya merilis beberapa lokasi yang kerap dijadikan tempat operasi para jambret dan penjahat jalanan lain. Aparat kepolisian juga meminta pengendara motor khususnya wanita untuk mewaspadai delapan titik rawan kejahatan. Lokasi tersebut adalah Kemayoran, Fly Over Kemayoran, Mangga Dua, Pulo Mas, Gunung Sahari, Kelapa Gading, Klender serta Jatinegara. Polisi memaparkan bahwa di delapan lokasi tersebut kerap terjadi penjambretan dengan sasaran kaum wanita. Polisi juga meminta agar wanita pengendara motor tidak meletakan tas yang bisa mengundang kejahatan. Sebaiknya tas yang dibawa diletakan didalam bagasi motor atau di dalam jaket.