Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Selama musim MotoGP 2012, Ben Spies belum menunjukkan tajinya sebagai pembalap utama Yamaha. Pencapaiannya sampai seri ketiga, hanya bertengger di posisi 11, persis seperti nomor motornya.

Ide kreatif dan variatif memang dibutuhkan seorang bikers. Untuk terus menunjukan eksistensi, kegiatan positif wajib dilakukan. Selain itu, bukan hanya untuk tujuan hiburan melainkan juga demi kebersamaan antara penunggang kuda besi.

Akhir pekan ini MotoGP akan melawat ke Sirkuit Le Mans, Prancis (20/5). Selisih satu poin Lorenzo (65) di bawah Stoner dengan koleksi 66 poin, membuat Lorenzo cukup yakin dapat membalikkan keadaan.
Yamaha kembali menggelar sekolah engineering gratis yang khusus diperuntukkan bagi lulusan SMK. Sekolah gratis ini bertujuan untuk mencetak mekanik handal sekaligus enterpreneur ulung di bidang mesin.
Melalui program Yamaha Engineering School (YES), Yamaha Indonesia berusaha membekali peserta didik yang kebanyakan datang dari kalangan yang kurang beruntung dari sisi ekonomi, agar memiliki modal keilmuan dan praktek yang cukup untuk masa depan lebih baik. Kiprah YES di Indonesia sudah 20 tahun mencetak mekanik handal. Selama kurun waktu itu, alumninya banyak yang bekerja pada dealer motor pabrikan lain, menjadi enterpreneur dengan membuka bengkel sendiri bahkan banyak juga yang akhirnya bekerja di Yamaha.
”Lulusan YES bahkan ada yang bergabung menjadi karyawan PT YMKI (Yamaha Motor Kencana Indonesia), membuka bengkel resmi Yamaha yang cukup besar dan ijazah YES turut membantu memeroleh pekerjaan,” ungkap Riswandi, Education Department Manager Yamaha Indonesia.
Peserta didik YES tahun ini juga dibekali kurikulum tentang teknologi injeksi. Pendaftaran YES angkatan 35 ini dibuka 12-28 Januari 2012 dan mulai belajar pada 6 Februari selama 4,5 bulan. Yamaha membuka pendaftaran sebanyak-banyaknya bagi lulusan SMK/SMU sederajat yang tidak melanjutkan ke PTN/PTS untuk belajar teknologi motor termasuk teknologi injeksi.
”Lulusan YES bukan hanya bisa menjadi tenaga teknisi sepeda motor yang handal tapi juga dibekali ilmu kewirausahaan di bidang perbengkelan, sehingga setelah lulus mereka bisa bekerja atau mandiri menjadi pengusaha,” ungkap M. Abidin, Manajer Servis Yamaha Indonesia.
Kesuksesan YES dalam mendidik peserta didik juga terletak pada fasilitas yang sangat lengkap dan mutakhir. Mulai dari instruktur, fasilitas pelatihan, laboratorium yang lengkap dan teknologi sepeda motor terkini, juga pengetahuan dan ilmu kewirausahaan, manajemen bengkel, customer satisfaction, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), fasilitas On Job Training (OJT) di Jaringan Resmi YAMAHA, sampai kunjungan ke Pabrik YAMAHA dan Pabrik Rekanan YAMAHA, semuanya diprogram dengan apik sehingga tercipta keseimbangan antara teori dan praktek.
Keberadaan YES juga diakui oleh DISNAKERTRANS sejak 1990. YES memulai angkatan pertamanya pada tahun 1990 di bawah perijinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Setahun kemudian pelatihan ini diresmikan dengan nama Yamaha Motor Engineering Training Center oleh Menteri Tenaga Kerja, Bpk. Cosmas Batubara, sehingga mulai saat itu resmi menjalankan aktifitasnya di bawah perijinan Departemen Tenaga Kerja.
Hadir dengan misi sosial, dalam perkembangannya YES berhasil meraih Presiden Award di Jepang, sebagai program terbaik CSR (Corporate Social Responsibility) tingkat dunia, pada tahun 2006. Hal ini tidak mengherankan karena YES dibina langsung oleh instruktur Yamaha yang berkualitas, kurikulum dan fasilitas pelatihan yang lengkap, dan tanpa dipungut biaya sedikit pun. Sehingga konsepnya diikuti oleh negara lain seperti Brasil, Vietnam dan beberapa Negara Asia Lainnya.
Perkembangan minat masyarakat yang cukup tinggi dan peningkatan kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas mendorong Yamaha membuka YES di kota-kota lain selain Jakarta. Hingga saat ini YES yang telah menghasilkan sekitar 2.650 lulusan ini dibuka di 11 kota besar di seluruh Indonesia, yaitu : Surabaya, Bandung, Semarang, Bali, Medan, Palembang, Padang, Lampung, Pontianak, dan Makassar.
Berikut persaratan mengikuti pelatihan YES:
Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Otomotif, Mesin, Elektronika, Listrik atau IPA Fisika maksimal 3 tahun angkatan terakhir.
Bisa mengendarai sepeda motor ( Memiliki SIM C ).
Memiliki Kartu Tanda Penduduk ( KTP ).
Menyerahkan Foto Copy Raport kelas I,II & III.
Menyerahkan pas foto 3 x 4 = 2 lembar.
Mengikuti dan lulus tes seleksi yang diadakan, meliputi : Tes teori, tes praktek, psikotes, dan wawancara.
Setiap tahunnya, YES di Jakarta membuka 2 kali pelatihan, dimana jumlah siswanya 30 – 36 siswa / pelatihan. Sesi pelatihan pertama, proses penerimaannya dilakukan pada bulan Januari dan sesi kedua sekitar bulan Juni atau Juli setiap tahunnya.
Untuk mendapatkan informasi lebih tentang YES ini, anda bisa menghubungi no. Tlp : 021-421 5888, ext. 243 atau dengan mengunjungi web site : www.yamaha-motor.co.id
Photo Terkait