“DNA motor Yamaha adalah balap, khususnya di Indonesia. Jadi, kehadiran Yamaha Riding Academy (YRA) ini bukan hal baru. Dengan salah satu tujuannya mempersiapkan pembalap Yamaha Indonesia yang akan berlaga di ajang balap internasional pada 2014 nanti. Jadi doakan saja, semoga hal ini terwujud dan dapat mengharumkan nama bangsa,” kata Ari Wibisono, Manager Motosport, PT. YMKI sekaligus Manager YRA, saat YRA jilid dua di Sentul (13/07).
YRA jilid dua ini adalah rangkaian cerita dari YRA jilid pertama yang dilakukan 31 Mei-2 Juni 2011 di Sentul Bogor. Saat itu diikuti oleh 18 pembalap muda Yamaha dari Region I Sumatera dan Region II Jawa. Sukses di YRA pertama, Yamaha kembali melanjutkan gelombang keduanya bagi 20 pembalap Region Kalimantan, Sulawesi, Bali/Lombok serta tambahan Sumatera, pada 11 – 14 Juli.
Di hari pertama, seluruh pembalap mendapat pembekalan teori berupa pengenalan latihan fisik oleh instruktur Gandung Darmoko serta Racing Management oleh Eddy Saputra. Tidak berhenti pada tahap ini saja, untuk urusan mental dan kepercayaan diri para pembalap, Yamaha mempercayakan motivator Dhimas Prast.
Selesai di hari pertama, berlanjut di hari kedua. Peserta diberikan pelatihan memacu Yamaha TTR 125R di Grand Sentul Off-road Track yang ditangani oleh instruktur Johnny Pranata serta kemampuan memacu Yamaha V-ixion di Sentul International Karting & Motorcycle Circuit oleh instruktur Hokky Krisdianto dan Doni Tata Pradita.
Memasuki hari ketiga, pelatihan dipusatkan di Sirkuit Sentul dimana seluruh peserta akan dijajal kemampuannya menggunakan motor Yamaha V-ixion serta Yamaha R6 600 cc. “Saya berharap dari sederet program yang dijalankan di YRA ini, nantinya akan muncul pembalap yang betul-betul berkualitas. Saya yakin kita sudah di jalur itu, tinggal masalah waktu saja untuk bisa berprestasi” ungkap Eko Prabowo, GM Promotion, Community, and Motosport Division PT. YMKI.
Materi yang Diajarkan YRA
Di hari terakhir, seluruh peserta digembleng secara khusus untuk meningkatkan kemampuan fisiknya oleh Gandung Darmoko melalui beberapa metode seperti weight training, circuit training dan aerobic. Menurut Doni Tata, Istruktur YRA -beberapa materi seperti, mengenal karakteristik sirkuit permanen menggunakan sportbike, mengetahui tingkat kebugaran fisik pembalap, rolling speed, teknik start dan simulasi race, mampu menjadi modal yang bagus bagi perkembangan pembalap. Apalagi program diatas di mix lagi dengan materi basic motocross seperti riding position, handling dan sliding, dirt track contest : short track dan long track dan mini dirt race (clockwise dan counter clockwise)
“Metode yang dilakukan di YRA ini sangat bagus dan luar biasa. Saya yakin akan lahir pembalap berkualitas dari sini” jelas Doni Tata.
Ari Wibisono, menambahkan program YRA ini memiliki visi ke depan untuk mencetak pembalap muda Yamaha yang berorientasi prestasi dunia. “Karena itu dalam pengajarannya kita memberikan materi yang komprehensif untuk menuju target tersebut dengan memakai motor sportbike mulai dari Yamaha V-ixion sebagai basic sampai bagaimana memacu Yamaha R6 600 cc” jelas Ari.
“Diharapkan setelah mereka kembali pulang ke daerah masing-masing bisa melatih dan mengembangkan sendiri materi yang telah kami ajarkan khususnya pelatihan fisik ini,” tutupnya.
Photo Terkait