YZR-M1 Jadi Penentu Juara
01/09/2010 15:41Cover StoryAuthor: Awan SB
Muda, enerjik dan berprestasi adalah gambaran dari seorang Lorenzo. Keputusannya untuk bergabung di tim FIAT Yamaha pada 2008 silam, menjadi awal yang tepat. Kini perlahan namun pasti, Lorenzo mulai merangkai prestasinya di kejuaraan MotoGP sebagai calon kuat juara dunia musim balap tahun 2010 ini.
Dari tahun-ke tahun Lorenzo semakin menunjukkan kematangannya di atas motor YZR-M1 nya. Tahun pertama debut karirnya bersama Yamaha pada tahun 2008, Lorenzo sudah mulai bisa finish pertama sebanyak satu kali dalam satu musim. Musim berikutnya, skill Lorenzo semakin matang bersama Yamaha, empat finish pertama berhasil Lorenzo bukukan dalam satu musim.
Hasil positif inilah yang ahirnya mengantarkan Lorenzo menjadi runner up juara dunia MotoGP tahun 2009. Kini perlahan namun pasti di tahun 2010 ini, Lorenzo mulai merangkai prestasinya di kejuaraan MotoGP sebagai calon kuat juara dunia.
"Musim depan balapan akan sangat menarik. Yamaha akan melakukan semaksimal mungkin mengalahkan dia (Rossi), kecepatan lebih dan juga tenaga mesin akan dibutuhkan namun kami akan berkerja lebih keras dari sebelumnya," kata Lorenzo seperti dilansir Auto Sport.
Pebalap berusia 22 tahun itu layak dipertimbangkan untuk sejajar dengan dua pebalap legendaris (Michael Doohan asal Australia dan Giacomo Agostini dari Italia). Karena selama sepuluh balapan dalam satu musim, Lorenzo selalu konsisten meraih podium 1-2. Tujuh kali kemenangan podium satu ditambah tiga kali meraih podium 2 berhasil Lorenzo bukukan. Hingga seri Brno pundi-pundi point pebalap asal Spanyol itu, yang paling tinggi dengan raihan 235 point. Sebagai catatan, selama berlangsungnya kejuaraan MotoGP 2010, hanya sedikit pebalap saja yang bisa mencapai konsistensi prestasi ini.
Selama ini Lorenzo telah belajar banyak dari Rossi. Sehingga Lorenzo yang kini memimpin klasemen MotoGP ini pun menegaskan bahwa dia tidak takut untuk bersaing dengan Rossi. "Saya tak pernah merasa gugup tentang ide menghadapi Rossi," tukasnya.
"Saya tahu, saya harus belajar, memperbaikinya dan bekerja keras. Saya telah menonton balapan di TV sejak saya berusia 10 tahun dan belajar sesuatu dari pembalap di setiap kelas. Dari Valentino, saya telah belajar bagaimana mengelola balapan di dalam dan luar trek lebih baik," ujarnya.
Rossi & Lorenzo Punya “Silent Weapon”
Sementara itu, soal kecelakaan adalah risiko yang disadari betul oleh semua pembalap MotoGP. Mulai dari sesi latihan hingga pada saat ajang balap pun kecelakaan selalu mengintai. Untuk itulah ketangguhan motor juga diperlukan untuk tetap mempertahankan kemenangan demi kemenangan.
YZR M1 yang dikendarai Rossi dan Lorenzo adalah “Silent Weapon” yang dimiliki kedua pembalap. Sesuai dengan artinya “Silent Weapon” alias senjata tak bersuara dan hanya berbicara hanya bekerja. YZR M1 selalu berjuang untuk bisa memenuhi kebutuhan pembalapnya. Seri inilah yang mengantar Rossi menjadi juara dunia bersama Yamaha.
YZR M1 mengalami perubahan besar sejak tahun 2004. Adaptasi motor Yamaha dari 2 tak menjadi 4 sesuai regulasi MotoGP membuat para insinyur YZR M1 harus putar otak. Maka di tahun 2009 Yamaha resmi membocorkan teknologi yang dimiliki YZR M1 hingga membawa Rossi menjadi juara dunia.
Adalah teknologi Crossplane Crank yang mampu meredam getaran yang dihasilkan piston pada YZR M1. Agresifitas Rossi dalam membesut gas seringkali membuat getaran YZR M1 menjadi kendala. Tapi sejak ada teknologi ini, Rossi semakin cepat diatas YZR M1. Tak itu saja, Rossi bahkan menyebut teknologi ini sebagai Sweet Engine karena menghasilkan suara mesin menjadi lebih lembut.
Selain Crossplane Crank, ada juga teknologi Crankshaft. Crankshaft bekerja ketika Crank nomor 2 dan 3 bergerak 180 derajat dan memisahkan Crank nomor 1 dan 4. Sehingga Crank 1 ada di TDC (Top Dead Center), Crank 4 ada BDC (Bottom Dead Center). Sementara itu Crank nomor 2 ada di pertengahan menuju keatas dan Crank nomor 3 ada dipertengahan menuju kebawah. Alhasil masing-masing piston terlontar pada sudut 90 derajat dan piston lainnya sedang berhenti. Sedangkan piston lainnya berada di puncak kecepatan (Peak Velocity) sehingga piston saling menukar yang tujuannya untuk mencegah putaran mesin menjadi lambat.
Selain teknologi yang canggih, YZR M1 mampu mengimbangi mental para penunggangnya. Rossi yang sudah 7 tahun bersama Yamaha merasakan bagaimana kekuatan YZR M1. Begitu pun dengan Jorge Lorenzo. Apapun karakter membalap mereka selalu dilayani oleh YZR M1.
Kini, siapapun pembalap diatas YZR M1 selalu punya peluang untuk menjadi juara dunia. Sama seperti yang dikatakan Lin Jarvis “Valentino dan Jorge punya kesempatan yang sama untuk menang dalam ajang balapan” seru Managing Director Racing ini mengomentari kekuatan YZR M1.