Brandon adalah kontestan favorit di ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB) Trans TV. Aksinya menari bikin kagum. Posturnya yang kecil menggemaskan. Maka tak heran bocah sembilan tahun asal Surabaya, Jawa...

Brandon adalah kontestan favorit di ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB) Trans TV. Aksinya menari bikin kagum. Posturnya yang kecil menggemaskan. Maka tak heran bocah sembilan tahun asal Surabaya, Jawa...

Tahun ini Kementrian Perhubungan semakin meningkatkan peran Teknologi Informasi untuk menunjang musim mudik dan balik satunya melalui CCTV. Hal ini sebagai upaya pemerintah untuk menunjang reaksi cepa...
Berhati-hatilah untuk bikers yang akan melakukan aktivitas setelah makan sahur. Pasalnya, jam-jam sahur merupakan waktu favorit maling motor melakukan aksi mereka. Sadisnya, pelaku perampasan sepeda m...

Jam di kantor baru menunjukan jam 08.15 pagi. Di setiap pagi inilah Eri menjadi orang pertama yang sampai kantor. “Image” necis selalu terlihat di lelaki dari atas hingga bawah. Kemeja putih diberi a...
Untuk komunitas motor yang satu ini, bisa dibilang hidup segan mati pun tak mau! Pasalnya, peredaran motor Yamaha Tiara, 125Z serta Touch hampir dikatakan terancam punah. Namun demikian, semangat menggelora tidak pernah padam didada setiap anggota komunitas ini.
Komunitas pengusung peraturan, belakangan ini terkesan kaku dan ditinggalkan. Saat ini nggak sedikit klub yang muncul sekadar untuk kumpul dan menyalurkan hobi yang sama. Tapi tidak ada aturan dan hukuman seperti layaknya klub motor kebanyakan. Beda dengan Yamaha MX Club Indonesia (YMCI) Chapter Depok yang menginginkan anggotanya mentaati peraturan namun tetap mengutamakan kebersamaan, layaknya sebuah keluarga besar.
Mio Club Depok (McD), hingga kini terus menunjukan eksistensi. Walau beberapa kali berganti kepengurusan, komunitas yang dideklarasikan tahun 2005 silam ini seolah seperti karang ditengah laut yang tetap kokoh walau diterjang ombak. McD berdiri atas gagasan 12 pemuda-pemudi asal Depok. Mereka ingin mewadahi hobi anak-anak penyuka motor Yamaha Mio.
Mendeklarasikan sebuah komunitas motor lalu bubar, tidak pernah terpikirkan dalam benak personel SMILE Pekalongan. Karena itu, tagline 'Kami Memang Beda' tidak berlebihan disematkan pada komunitas yang memiliki anggota 65 Motobikers ini. Pasalnya, pemilihan nama SMILE (Solidarity Matic Lovers) didapat setelah tiga bulan digelar 'debat pemilihan nama club' antar anggota, sebuah waktu yang terbilang lama menentukan nama komunitas.
Kecil-kecil gesit, itulah ungkapan untuk menggambarkan club motor asal daerah pinggiran Kota Bekasi ini. Daerah yang sampai sekarang masih menyajikan dataran hijau dan udara bersih. sSetu mampu melahirkan klub motor Yamaha Mio, dengan nama Mio Club Setu (MC 52) yang bebas,independent namun tetap kompak.