Loading . . .
Hasrat Babel Menjadi Destinasi Dunia Balap di Indonesia Bagian Barat
Grafik dan fakta tumbuhnya komunitas pecinta balap di Pangkal Pinang khususnya, dan Bangka Belitung umumnya menjadi tolak ukur keberhasilan regenerasi balap di wilayah Sumatera. Meski Bangka Belitung (Babel) kini sudah memisahkan diri dari Sumatera Selatan dan berdiri sendiri sebagai provinsi pada tahun 2000, namun aroma balap di Babel tetap Sumatera dengan ciri khas uniknya yaitu militan, pantang pulang sebelum bendera finis berkibar.
”Kami serius menggarap dunia balap sebagai salah satu otot ciri khas Babel. Peran serta Yamaha sangat menentukan sekali dalam hal ini, sebab Yamaha adalah produsen motor pertama yang peduli terhadap pemuda Babel yang hobi dan berbakat di dunia balap,” ungkap M. Ismiryadi, Ketua DPRD Prov. Babel, saat wawancara dengan MotoDream di YCR seri Babel-Pangkal Pinang (25-26/
06).
Aktor dibalik pertumbuhan dunia balap di Babel adalah produsen berlogo garpu tala, Yamaha. Sebelumnya Babel sempat mati suri gemerlap dunia balapnya, kemudian di tahun 2006, Yamaha Indonesia melalui jenjang pembibitan balapnya, Yamaha Cup Race (YCR) mulai menabuh genderang bagi perang pemuda-pemuda yang doyan balap di Babel untuk ikut berlomba di sirkuit, bukan di jalan raya.
”Babel sempat mati suri dunia balapnya selama beberapa tahun, sebelum Yamaha merubah Babel sebagai salah satu destinasi balap di barat Indonesia,” kata M. Reza Jayadi, Marketing Manager CV. Sumber Jadi, main dealer Yamaha Babel.
Hasilnya, road race pertama disambut hangat, meskin tidak ”sehangat senyum” timah, sebagai basis pendapatan utama wilayah ini. Setelah itu, entah kenapa tidak ada produsen lain yang ikut peduli prestasi pemuda Babel, maka sebab itu road race sempat terhenti tahun 2007-2008. Berikutnya regenerasi balap disini mulai terurai kembali tahun 2009. Lagi-lagi Yamaha yang membuka jalan pintas kebuntuan ini. Saat YCR 2009 peserta yang hadir sudah mulai menunjukkan kebolehannya, dan jumlahnya pun mulai tumbuh dari tahun pertama yang hanya 20-an menjadi 36 starter, ya...lumayanlah. Tidak patah arang, Yamaha mulai konsisten tanpa pandang berapa jumlah starternya. Dan kini, jumlah pendaftar aseli putra Babel saat YCR seri Bangka (25-25) di Kawasan Terpadu Pemprov Bangka Belitung, tumbuh menjadi 127 pendaftar untuk menjadi bagian 213 starter race. Dari angka itu, hanya 10 pembalap yang berasal dari luar daerah seperti Pelembang, Padang, Jakarta, Muara Enim dan sebagainya.”Pembalap diluar Babel sengaja kami datangkan sebagai sparing partner. Tujuannya untuk berkompetisi bersama agar ada parameter yang jelas. Jadi seandainya menang, berarti sedikit demi sedikit sudah bisa melawan pembalap diluar Babel. Itu penting untuk mendidik prestasi bukan jago kandang,” jelas Syaiful Anwar, Divisi Motosport PT. YMKI.
”Kami sangat berharap kerja sama pemerintah Babel dengan Yamaha terus berlanjut dan tahun berikutnya YCR tetap ada di sini. Makanya kami tidak segan- segan melobi Yamaha pusat untuk mewujudkan hal ini. Sukses buat Yamaha Indonesia,’’ tutup H. Ismiryadi, salah satu tokoh masyarakat Babel (Ketua DPRD) sekaligus pemilik tim balap BASSOKA AG Tuned Racing Team, yang pada kesempatan YCR ini, melalui pembalapnya yaitu Endot Baday Heryanto meraih satu unit Yamaha Vega ZR karena keluar sebagai juara umum.