Fino memang motor matik paling fenomenal di Thailand. Bicara Fino tidak pernah lepas dari catatan positif. Selain motor paling disukai kalangan remaja di negeri Gajah Putih, Yamaha Fino memiliki desain klasik nan fashionable. Warna-warna cerah dan varian dalam balutan striping yang mewakili karakter setiap anak muda membuat motor dengan kapasitas mesin 115cc ini sangat digemari.
Di Thailand, Yamaha Fino dibanderol seharga 25 juta rupiah. Motor dengan dimensi 1830x705x1050 mm ini mengusung mesin air-cooled 4 Stroke SOHC 2-Valve serta V-Belt Automatic.
Bahkan, menurut pengakuan Thai Yamaha Motor, produk Yamaha Fino menuai kesuksesan, sehingga berimbas pada meningkatnya penjualan dan masuk sebagai Automatic Leader alias pemimpin skutik otomatis. Fino yang beredar luas di Thailand merupakan motor matik dengan konsep retro yang sangat disukai. Kendati konsep motor seperti Fino kurang ideal awalnya, menurut Yamaha, namun model motor ini sama dengan yang beredar di Jepang dan Eropa.
Desain Yamaha Fino yang memiliki kesamaan dengan Vino yang populer di Jepang sejak 2001 lalu, memiliki slogan The Art of Automatic yang bisa dibilang lebih dari sekadar kendaraan biasa. Fino punya nilai seni, trendy dan masuk dalam gaya hidup. Kesan retro classic semakin kental dengan bentuk bodi yang lucu dan beda dari motor matik kebanyakan. Karena itu, tidak heran kalau Yamaha Fino turut mencetak penghargaan besar dari Guninness Book of Word Records di Thailand. Pasalnya, motor imut ini berbaris rapi di bendungan Khun Dan Prakarnchon Dam. Jumlah keseluruhan mencapai 2.472 unit dan menghasilkan penghargaan paling bergengsi sedunia.
Panitia event bertajuk “Largest Parade of Automatic Motorcycles” mengaku, awalnya jumlah peserta keseluruhan berjumlah 13 ribu unit motor. Namun karena bendungan tidak mampu menampung motor sebanyak itu, akhirnya panitia membatasi calon peserta. Rrangkaian parkir Yamaha Fino tersebut membentang sepanjang 2,5 km di atas beton bendungan raksasa.